Selain memberi pelayanan secara profesional dan beretika, menyeluruh, konsisten dan berkelanjutan kepada nasabah serta menempatkan kepentingan nasabah dan perusahaan diatas kepentingan agen maka wajib mengikuti kode etik berikut ini
 
KEWAJIBAN

  • Agen wajib dan menandatangani perjanjian keagenan hanya dengan 1(satu) Perusahaan Asuransi Jiwa
  • Agen wajib memiliki sertifikasi keagenan yang dikeluarkan oleh AAJI sebelum melakukan pemasaran produk asuransi jiwa
  • Mengenali kebutuhan nasabah serta membicarakan konsep asuransi asuransi, rencana keuangan
  • Menerapkan prinsip Kenali Nasabah Anda
  • Agen wajib mengikuti pelatihan dan pengembangan dasar dan lanjutan untuk meningkatkan profesionalisme pekerjaan sebagaimana disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan, peraturan AAJI dan Perusahaan Asuransi Jiwa
  • termasuk Modul Tindak Pidana Pencucian Uang

  • Agen wajib menggunakan dokumen dokumen pemasaran resmi dan terkini yang dikeluarkan oleh Perusahaan Asuransi Jiwa yang diwakili
  • Agen wajib mendapatkan persetujuan dari Perusahaan dalam menggunakan karya cipta, paten, merek dan logo termasuk namun tidak terbatas pada piranti lunak komputer
  •  
    LARANGAN

  • Data Nasabah – Merupakan milik perusahaan karena itu agen dilarang untuk meneruskan kepada pihak ke-3
  • Menyalah gunakan dana nasabah dan menunda penyetoran premi yang telah diterima dari nasabah
  • SPAJ – Meminta nasabah menanda tangani SPAJ kosong atau merubah data tanpa ijin nasabah serta mencantumkan namanya pada SPAJ sedangkan bukan dirinya yang melakukan prospekting
  • Manipulasi Penjualan – Dengan melakukan penjualan fiktip agar mencapai target “kontes” dimana nasabahnya adalah kerabat/kenalan yang sebenarnya tidak ingin membeli polis namun namanya digunakan seolah olah terjadi penjualan sehingga “premi” dibayarkan kepada Agen tersebut oleh Perusahaan Asuransi Jiwa
  • Tidak menyerahkan dokumen polis atau menunda penyerahan dokumen polis
  • Pendanaan pembayaran premi asuransi
  • Pemberian diskon, rebate, inducement
  • Benturan Kepentingan – Unutk kepentingan “kontes” atau “komisi” maka agen mengusulkan alokasi PAB yang besar agar mendapatkan komisi yang besar dibanding dengan PIB, sedangkan nasabah bertujuan untuk tabungan dan investasi
  • MisRepresentasi – Memberikan pernyataan yang menyesatkan sehingga mempengaruhi proses pengambilan keputusan oleh nasabah .. seperti perbandingan tidak lengkap/benar perihal produk dari perusahaan lain dengan tujuan mejakinkan calon nasabah untuk memilih produk dari perusahaan yang diwakilinya
  •  
    SANKSI
     
    Untuk pelanggaran terhadap kode etik tersebut diatas maka Perusahaan dapat memberi

  • Peringatan Tertulis
  • Pelaporan ke AAJI untuk dimasukkan dalam daftar Tenaga Pemasar Bermasalah dan pencabutan lisensi keagenan
  • Penonaktifan sementara
  • PHK
  •  
    Pencantuman pada daftar Tenaga Pemasar Bermasalah berlku untuk jangka waktu 5 tahun serta wajib disertai dengan pencabutan sertifikasi Tenaga Pemasar
     
    Penundaan sementara suatu transaksi dapat dilakukan apabila:

  • Ada dugaan pengunaan harta kekayaan yang berasal dari hasil pidana
  • Ada dugaan memiliki rekening penampung harta kekayaan yang berasal dari hasil tindak pidana
  • Diketahui menggunakan dokumen atau keterangan palsu