Tools untuk berinvestasi di pasar Modal/Saham
 

The World Inflation Rate

 
Bursa saham
 
Investopedia Tutorials
 
BI Rate
 
BI Inflation rate
 
BI kurs mata uang asing
 
Melihat pergerakan saham
 
 
==============================================================
 

Usahakanlah
hasil investasi
lebih tinggi daripada
inflation rate

 

Know your self first


Apakah anda bermental seorang trader atau investor
Trader mengharapkan hasil
dalam jangka pendek (harian/bulanan)
Investor mengharapkan hasil
dalam jangka panjang (minimal 1 tahun)
Berapakah nilai kerugian
yang dapat diterima …10% …25%….60%..?
Jangan menggunakan uang dapur
Selalu menggunakan
Dana Lebih

 
===============================================================
 
Contoh:
Apabila anda menaruh dana didalam bentuk Deposito atau bentuk lain apapun (tanah-gedung dll) dan mendapatkan interest 4%/thn sedangkan inflation rate adalah 4.30%/thn maka investasi anda mengalami “kerugian” dan lebih baik mencari peluang investasi lain
 
World inflation rate 2013 dari beberapa negara

http://www.tradingeconomics.com/country-list/inflation-rate
WorldInflationRate2013
 
http://m.beritasatu.com/ekonomi/135546-tembus-879-inflasi-tahunan-agustus-tertinggi-sejak-januari-2009.html
 
================================================================
 

Nasib reksadana pasar uang di 2013

 
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mulai memberlakukan aturan baru tentang Pedoman Pengumuman Harian Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksadana Terbuka, pada tahun depan. Aturan Bapepam-LK bernomor IV.C.3 ini ditengarai bakal mempengaruhi prospek reksadana pasar uang.

Aturan ini mewajibkan NAB dihitung berdasarkan nilai pasar wajar dari efek dalam portofolio reksadana. Artinya, NAB per unit penyertaan reksadana pasar uang tidak lagi ditetapkan sebesar Rp 1.000, namun dapat berfluktuasi mengikuti efek di pasar.

Aturan tersebut juga menegaskan, alokasi investasi yang bisa dilakukan reksadana pasar uang yakni pada instrumen pasar uang dalam negeri dan efek bersifat utang dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Direktur PT Infovesta Utama, Parto Kawito, berpendapat, pemberlakukan aturan tersebut berpotensi menurunkan NAB reksadana pasar uang. Ujung-ujungnya, return reksadana pasar uang itu juga semakin mini karena penurunan NAB. “Tentu ada kemungkinan turun karena selama ini NAB reksadana pasar uang selalu tetap di Rp 1.000,” ujar Parto, Kamis

Ia bilang, aturan ini juga menyebabkan risiko berinvestasi di reksadana pasar uang meningkat. Oleh karena itu, investor yang ingin menanamkan dananya pada instrumen ini harus menghitung ulang antara return yang bisa diperoleh dengan potensi risiko yang ada.

Padahal, selama ini return reksadana pasar uang merupakan yang paling mini dibandingkan jenis reksadana lain. Return instrumen ini juga hanya beda tipis dibandingkan deposito.

Data Infovesta Utama menunjukkan, dalam setahun terakhir, return reksadana pasar uang yang tertinggi hanya sekitar 9,61%. Perolehan return sebesar itu milik reksadana DPLK BRI fix. Sedangkan, suku bunga deposito saat ini sekitar 5,5%.
 

Rangkaian krisis terbesar sektor keuangan sejak Depresi Besar 1929
(Kompas 5 Oktober 2008)

 

Juli 2007 Dua hedge fund (pengelola dana investasi ) yang dikontrol oleh Bearns Stearns jatuh bangkrut karena kegagalan di subprime mortgage (kucuran kredit ke sektor perumahan tak kembali)

November 2007 Perusahaan milik Uni Emirat Arab menyuntikan dana sebesar US$ 9,5 Milyar ke Citigroup Morgan Stanley mulai goyang dan Bank bank global sudah mulai merugi US$55 milyar karea terjerat penyaluran kredit di sektor perumahan AS

Desember 2007 Cina menyuntikan dana US$ 5 Milyar ke Morgan Stanley-Temasik holdings menyuntikan dana sebesar US$ 5 Milyar ke Merill Lynch

Jan-Feb 2008 Citi group – UBS – HSBC menghapuskan potensi kerugian sekitar US$ 300 milyar (mengeluarkan kredit bermasalah dari Neraca,tetapi tetap diupayakan agar bisa tertagih)

11 Januari 2008 Bank of America membayar US$ 4 Milyar ke Countrywide Financial setelah perusahaan ini gagal menagih pinjaman di sektor perumahan

17 Pebruari 2008 Nothern Rock Bank di Inggris di Nasionalisasi

16 Maret 2008 Bearn Stearns dijual kepada JP Morgan Chase seharga US$ 2 per saham

13 Juli 2008 Perusahaan pembiayaan sektor property Fannie May & Freddy Mac diNasionalisasi

15 Sept 2008 Lehman Brothers bangkrut – Merill Lynch dibeli Bank Of America

16 Sept 2008 Bank Central AS mengucurkan kredit sebesar US$ 85 milyar ke American Int Group dan mengambil alih 80% saham

17 Sept 2008 Bank Lloyds TSB PLC setuju membantu HBOS PLC (perusahaan pembiayaan perumahan terbesar di Inggris)

19 Sept 2008 Menteri keuangan AS meluncurkan rencana pembeian paket dana talangan US 700 milyar ke koperasi AS

3 Okt 2008 DPR AS menyetujui paket tersebut
 
 
Dominasi Bank Asing pada per Bankan Indonesia

Logo Danamon
 
Bank Danamon – 68,83% dipegang Temasek Holding dari Singapore
 
 
 
 
 
 
Logo Bank Buana
 
Bank Buana – 61,00% dipegang UOB Singapore dari Singapore
 
 
 
Logo OcbcNispNISP – 72,00% dipegang OCBC Singapore dari Singapore
 
 
 
Logo Bank Swadesi
Bank Swadesi – 76,00% dipegang State Bank of India dari India
 
 
Bank Indomonex – 76,00% dipegang State Bank of India dari India
 
 
 
Logo bank Nusantara
 

Bank Nusantara – 75,41% dipegang Tokyo Mitsubishi dari Jepang
 
 
 
 
 
 
Logo Cimb-NiagaCIMB Niaga – 60,38% dipegang CIMB Group dari Malaysia
 
 
Logo Icb-BumiputraBank Bumi Putra – 58,32 dipegang Che Abdul Daim dari Malaysia
 
 
Logo BII-MayBank
 
 
BII – 55,85% dipegang MayBank dari Malaysia
 
 
 
Logo Haga
 
 
Haga Bank – 100,00% dipegang Rabo Bank dari Belanda
 
 
Logo Rabo bank
 
 
Rabo bank – 100,00% dipegang Rabo Bank dari Belanda
 
 
 
Haga Kita Bank – 100,00 dipegang Rabo Bank dari Belanda
 
 
 
Halim International – 90,00% dipegang ICBC China dari China
 
 
 
Logo Bank Ekonomi Rahardja
 
Bank Ekonomi Rahardja – 88.89% dipegang HSBC Hongkong dari China
 
 
 
 
Bank Swaguna – 99,98% dipegang Victoria Bank dari Australia
 
 
ANK – 95,00% dipegang Commonwealth dari Australia
 
 
Logo Bank Panin
 
 
Panin – 35,00% dipegang ANZ Bank dari Australia
 
 
 
 
 
 
Logo AnzPanin

ANZ Panin – 100,00% dipegang ANZ Bank dari Australia
 
 
 
 
Logo StandardChartered
 
SCB Indonesia – 100,00% dipegang StandardChartered dari Inggris
 
 
Logo Bank Permata

Permata – 44,50% dipegang StandardChartered dari Inggris
 
 
 
 
Logo Bank BPTN

BPTN – 71,60% dipegang Texas Pacific dari USA
 
 
 
 
 
 
Perbedaan antara Unit Link dan Reksadana

Dari pengalaman diatas maka Unit Link sebagai kombinasi Proteksi dan Investasi dapat mengurangi dampak kehilangan dana di Bank

Untuk keterangan yang lebih terperinci silahkan klik berlanjut

Bank-Asuransi1
 
 
Sumber Berita Utama

KompasInfoBankBeritaSatu