Kebiasaan para trader untuk mengutangi kerugian adalah dengan melakukan stop

Dikenal juga dengan “stop order” or “stop-market order

Sebuah stop-loss order menghilangkan “emosi” dari seorang trader ketika harus mengambil keputusan dan sangat berguna ketika sedang berlibur atau tidak sempat mengetahui posisi

Masalahnya eksekusi tidak dapat dijamin misalkan pada saat ketika trading terputus atau terjadi gaps down (or up) pada harga

Contoh:

Anda memiliki saham PT ABC yang pada saat ini diperdagangkan pada harga $50 dan anda ingin melakukan hedging bila terjadi penurunan harga ….anda dapat melakukan stop order “sell stop order” pada harga $ 48
Apabila harga turun dibawah $ 48 maka stop order akan dipicu untuk menjual ABC pada harga berikutnya…..apabila harganya jatuh ke $ 47,98 maka saham ABC akan dijual dengan harga $ 47.98
 
Bagaimana kalau tiba tiba hargany turun ke $ 44,98 …maka saham ABC akan dijual pada harga $ 45
 
Anda akan mengalami kerugian sebesar 10% daripada 4%
 
Stops merupakan sebauah alat reaksi agar anda keluar dari pasar dengan segera ketika terjadi kerugian
Seperti contoh diatas maka harga akan lebih buruk daripada yang anda inginkan …kondisi semacam itu disebut juga slippage.
 
Andaikata anda menggunakan ption daripada stop dikeadaan fast-moving market maka anda dapat menjamin bahwa tidak ada kerugian selain strike price of the option, $ 48
 
Option

Sebuah deivative finansil berupa kontrak yang dijual oleh A “option writer” kepada B “option holder”.
 
Kontrak tersebut memeberikan pembel hak tapi bukan kewajiban untuk membeli atau “call)” atau jual “put” sebuah security atau financial asset lainnya pada harga yang disetujui “the strike price” pada suatu jangka waktu tertentu atau tanggal tertentu “exercise date”.

Call options

Memberi kesempatan untuk membeli pada harga tertentu …. bila pembeli mengharapkan harga akan naik

Put options

Memberi kesempatan untuk menjual pada harga tertentu …..bila pembeli mengharapkan harga turun
 


The number of options
is determined
by the number of shares
that could have been bought with your investment capital.

 
Bandingkan
 
Contoh 1

$10,000 pada harga $50/saham – 200 saham

$10.000 pada option pada harga $ 10/kontrak = 1.000 saham
 
Pada contoh ini maka jumlah saham yang dibeli lebih besar apabila melakukan Option

Apa yang terjadi apabila harga saham turun ke $ 20…?

Yang membeli saham rugi 200 x $30 ($50-$20) = $ 6.000
Yang membeli option rugi 1.000 x $10 = $ 10.000
 
Contoh 2:

$ 10.000 pada harga $50/saham = 200 saham

$ 2.000 pada harga &10/kontrak = 200 saham

Apa yang terjadi apabila harga saham turun ke $ 20…?

Yang membeli saham rugi 200 x $30 ($50-$20) = $ 6.000
Yang membeli Option rugi 200 x $10 = $ 2.000
 
Dengan membeli Option maka anda membelanjakan dana lebih sedikit dan tetap mendapatkan jumlah saham yang samaa >>> 200 saham

Selisih jumlah dana yang dikkeluarkan dapat dialihkan kepada instrumen investasi lainnya
 
http://www.investopedia.com/articles/optioninvestor/06/calculaterisk.asp