WarrenBuffet

Untuk mengetahui “value” sebuah perusahaan maka tidak ada jalan lain untuk mengetahui keadaan kekuatan financialnya yaitu assets dan liabilities
Perhatian ditujukan kepada kwalitas dari assets,dan juga bahwa liabilities, seperti Hipotik/mortgage dan hutang credit card tercatat dengan benar

Jumlah value semua assets – jumlah total value semua liabilities memperlihatkan keadaan net worth, atau equity.

Beginilah caranya untuk menganalisa keadaan financial sebuah perusahaan yang listed di Nasdaq atau NySe atau BEJ ditambah dengan mengetahui market value.
 
The Balance Sheet
 
BalanceSheet
 
Data pada Balance Sheet termasuk shareholder equity. yang dipresentasikan juga pada rapat pemegang saham shareholders

Pertama tama yang diperiksa adalah annual report, yang dapat didownload dari website perusahaan
 
The balance sheet – the income dan cash flow statements merupakan alat penting bagi investors untuk mendapat gambaran perihal keadaan serta efisiensi penglolaan sebuah perusahaan
The balance sheet merupakan sebuah snapshot pada suatu tanggal tertentu yang meliputi assets, liabilities dan shareholders’ equity.

Kegunaan the balance sheet

Memberikan gambaran keadaan finansil perusahaan serta memperlihatkan apa yang jadi milik dan hutang perusahaan
 


Format standard balance sheet adalah:

1.Assets
2.Liabilities
3. Shareholder equity… selengkapnya baca Reading the Balance Sheet.)

 
BalanceSheetPict
 
Financial ratio analysis menggunakan formula untuk mendapatkan gambaran perihal perusahaan dan efisiensi operasinya
Perlu diperhatikan bahwa beberapa Ratio memerlukan lebih banyak data data selain dari financial statement juga dari
the balance sheet serta the income statement.
 
financial strength ratios dan activity ratios digunakan untuk mendapatkan informasi tambahan dari the balance sheet
The working capital and debt-to-equity ratios emperlihatkan kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajibannya dan bagaimana hal tersebut dilakukannya
 
Dengan demikian investor mempunyai gambaran perihal kestabilan finansial sebuah perusahaan dan bagaimana perusahaan membiayai dirinya sendiri
 
Activity ratios memusatkan perhatian kepada current accounts untuk mengetahui seberapa baik para manager perusahaan mengelola operating cycle (receivables, inventory dan payables)
 
Current Assets and Liabilities

Assets dan liabilities biasanya dibagi atas current dan non-current items. Current assets or liabilities adalah yang mempunyai masa hidup kurang dari 12 bulan misalkan the inventories yang dibukukan pada January 31, 2010, akan dijual tahun depan …saat inventory akan berkurang dan dana keuangan akan meningkat
 
Berhubung inventory memerlukan real investment dari Capital, maka perusahaan akan berusaha untuk mempunyai inventory seminim mungkin untuk level penjualan tertentu … Apabila tingkat inventory turun 20% sedangkan penjualan naik 23% maka itu pertanda bahwa inventory management berjalan baik
Hal itu memberikan positive contribution bagi operating cash flows perusahaan.

Current liabilities = kewajiban perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek

Contoh : Pembayaran ke suppliers, employees, pajak,hutang jangka pendek

Perusahaan selalu akan berusaha dengan cash flow management agar dana tersedia untuk membayar kewajiban jangka pendek pada saat jatuh tempo
 

 
The Current Ratio
 
Gunanya untuk mengukur kemampuan perusahaan melunasi kewajiban jangka waktu pendek

  • Apabila hasilnya terlalu rendah maka bahaya insolvency mengancam
  • Apabila terlalu tinggi menunjukkan pengunaan uang tunai secara berkelebihan – kelebihan bahan yang tidak efisien
  •  
    Yang perlu diperhatikan adalah bahwa analisa selalu berdasarkan perbandingan tahun lalu dan tahun berjalan
     
    debt to equity
     
    Ratio ini dapat digunakan bagi personal financial statements maupun Korporate
     
    Ratio tinggi debt/equity menunjukkan bahwa perusahaan menggandalkan operasinya pada hutang pihak ke-3 dan hal ini dapat berakibat pada volatile earnings yang disebabkan oleh biaya interest (debt cost)….Tanpa beban interest maka dengan sendirinya pendapatan perusahaan dapat lebih banyak

    Apabila pendapatan lebih tinggi daripada “debt cost” maka pemegang saham yang beruntung akan tetapi apabila “debt cost” tersebut lebih besar daripada pendapatan maka pada ahirnya perusahaan akan bangkrut

    Tinggi rendahnya debt/equite ratio berbeda disetiap sektor industri

    1.debt/equity ratio perusahaan automotive > 2
    2.debt/equity ratio perusahaan personal computer < 0.5.
     
    Check out our tutorial on Stock-Picking Strategies: Value Investing.
     
    =============================================
     
    The current ratio – which is total current assets divided by total current liabilities – is commonly used by analysts An acceptable current ratio varies across industries, but should not be so low that it suggests impending , or so high that it indicates an unnecessary build-up in cash, receivables or inventory. Like any form of ratio analysis, . (To learn more, read Dynamic Current Ratio: What It Is And How To Use It.)

    ===========================================
     
    Current Ratio

    Current Ratio = Current Assets / Current Liabilities

    Current Ratio= Inventory + Accounts Receivable + Cash Equivalents / Cash Accruals + Accounts Payable + Notes Payable
     
    CurrentRatio
     
    Kelemahan dari sistim ini adalah bahwa tidak diketahui seberapa banyak yang termasuk “liquid inventory” serta seberapa besar “accounts receivable”

    Itu berarti bahwa perusahaan dengan inventory besar dapat menampilkan current ratio yang tinggi akan tetapi mempunyai liquidity rendah (cash)
     
    Quick Ratio

    Quick Ratio = Accounts Receivable + Cash Equivalents + Cash / Current iabilities
     
    QuickRatio
     
    Kelemahan dari sistim ini adalah bahwa Inventory tidak termasuk
    Walaupun Accounts receivable ikut diperhitungkan akan tetapi tetap tanpa pengetahuan seberapa cepatnya dijadikan uang tunai (cash)

    Selengkapnya di Liquidity Measurement Ratios Tutorial.)
     
    Cash Ratio

    Cash Ratio = Cash Equivalents + Cash / Current Liabilities
     
    CashRatio
     

    Kelemahan sistim ini adalah “kurang tepat” akan tetapi walaupun tidak menunjukkan keadaan short-term liquidity sebenarnya sebuah perusahaan akan tetapi demikian pula dengan raio ratio sebelumnya
     
    Dynamic Current Ratio

    Salah satu cara untuk mengukur “the liquidity of inventory” adalah dengan menggunakan “the inventory turnover ratio” inventory turns over per year.

    Ada yang berasumsi bahwa semakin banyak terjadi inventory turns over,maka semakin banyak pertukaran inventory ke dana tunai .. berarti “lebih liquid”

    Hal itu berlaku bagi accounts receivable ketika menghitung the accounts receivable turnover ratio… Makin banyak accounts receivable turns over, makin cepat dana tunai diperoleh …. makin liquid…
     
    InventoryTurnover
     
    Accounts Receivable Turnover Ratio = Net Credit Sales / Average Accounts Receivable

    Kebalikannya maka accounts payable transaction…. Makin sering membayar/berhutang kepada Debtor makin banyak dana tunai yang keluar …less liquid.. . The accounts payable turnover ratio is shown below:
     
    Accounts payable turnover ratio = COGS – (Beginning Inventory – Ending Inventory) / Average Accounts Payable
     
    The dynamic current ratio merupakan kombinasi the current ratio dan ke-3 turnover ratios yang memberi hasil sebuah , liquidity ratio yang meliputi inventory, accounts receivable dan accounts payable.

    Selengkapnya dibahas di Diving In To Financial Liquidity
     
    Determining Liquidity

    Pada sistim “credit sales” maka jangka waktu minimum untuk sebuah perusahaan untuk menyelesaikan kewajibannya tanpa membahayakan “credit rating” adalah 30 hari
    Hal itu berarti 12 “risk-free” credit cycles per tahun … makin lama managemn memperpanjang credit cycle, makin berisiko tidak dapat melakukan pembayaran
     
    Karena itu ada asumsi bahwa

  • Inventory turnover ratio = 6 berarti the inventory terjual/menjadi uang tunai 6x dalam setahun >>> liquidity = 50% (6/12 bulan)
  • Inventory turnover ratio of = 2 berarti the inventory terjual/menjadi uang tunai 2x dalam setahun >>> liquidity = 16,67% (2/12 bulan)
  •  
    Gunakanlah table berikut ini untuk menentukan tingkat likwiditas untuk inventory, accounts receivable atau accounts payable untuk sebuah perusahaan dengan 12 “risk-free” credit cycles per year:
     
    DynamicCurrentRatio1
     
    Setelah mengetahui the turnover ratios untuk inventory, accounts receivable and accounts payable,maka sekarang dapat dihitung the dynamic current ratio.
     
    Dynamic Current Ratio = Inventory(ITR/12) + Accounts Receivable(ATR/12) + Cash Equivalent + Cash / Accruals + Accounts Payable(APT/12) + Notes Payable

    ITR = Inventory turnover ratio
    ATR = Accounts receivable turnover ratio
    APT = Accounts payable turnover ratio
     
    Contoh the Dynamic Current Ratio

    Current assets
    Inventory = $100,000
    Accounts receivable = $20,000
    Cash equivalents = $10,000
    Cash = $5,000

    Current liabilities
    Accruals = $ 20,000
    Accounts payable = $30,000
    Notes payable = $10,000

    Inventory turnover ratio = 5 = 41.67% liquidity
    Accounts receivable turnover ratio = 4 = 33.34% liquidity
    Accounts payable turnover ratio = 2 = 100% –16.67% = 83.34% liquidity

    An accounts payable turnover ratio of three represents a 83.34% liquidity, because accounts payable are inserted in the denominator, and not the numerator as is the case with inventory and accounts receivable. The reading of 16.67% must be used in this example:

    Dynamic Current Ratio = 0,000(0.4167) + ,000(0.3334) + ,000 + ,000 ,000 + ,000(0.1667) + ,000
    Dynamic Current Ratio = ,670 + ,668 + ,000 + ,000
    ,001 = 1.81

    Had we instead used the current ratio (2.25) to do the same calculation, we would have overstated the company’s short-term liquidity, and with the quick (0.58) and cash ratio (0.25) the company’s liquidity would have been clearly understated.
     
    Catatan:

    Para investor perlu memperhatikan keseimbangan antara tingkat tinggi dari liquidity dan kelemahan dari tingkat tinggi accounts receivable turnover ratio.

    Apabila perusahaan:

  • Memberikan dikon untuk pembayaran cepat
  • Pembelian/penjualan kredit yang besar …yg dapat relasi…maka pembelian/penjualan perlu dikaji ulang
  •  
    Kehilangan pelanggan yang dapat melebihi hasil yang didapat karena mengejar short-term liquidity jarang diperhatikan
     

  • Tingkat rendah dari accounts payable turnover ratio dapat memicu kemarahan supplier
  • Tingkat tinggi inventory turnover ratios dapat memicu kekurangan inventory dan pelanggan yang tidak puas
  •  
    Apa yang baik untuk satu perusahaan belum tentu baik untuk perusahaan lain
    Credit policy terms dan inventory turnover ratios harus dibandingkan dengan company’s industry dan dengan pesaingnya
     
    Secara garis besar maka the dynamic current ratio merupakan peningkatan dibanding dengan current liquidity ratios,aka tetapi investor harus pula mengetahui bahwa ratios hanya dapat dipercaya apabila berdasarkan data data yang benar

    Ratio hanya merupakan alat informasi ketika menganalisa financial statements,tetapi harus ditambah dengan data data dari sumber sumber lain seperti vertical and horizontal analysis.
     
    Perusahaan yang tercatat di bursa saham
     
    SahamTercatat
     
    Melihat pergerakan saham
     
    PergerakanSaham