Posts from the ‘Server’ Category

LAMP & PhpMyAdmin

 
 

Berikut ini adalah cara paling cepat untuk menginstal LAMP (Linux, Apache, MySQL and PHP) pada Ubuntu 13.04 Raring Ringtail.

L = Linux …sebuah Linux operating system yang menjalankan paket lainnya

A = Apache… sebuah paket website

Webservers menjalankan webpages apabila diminta oleh web clients atau browsers.

Contoh: apabila mengetik http://www.liberiangeek.net pada web browser dan klik enter, maka halaman yang tampil pada monitor dilayani oleh webserver yang besar kemungkinan adalah Apache.

M = MySQL database server…sebuah paket/server yang menyimpan referensi informasi yang dibutuhkan Website

P = PHP …sebuah paket yang membuat semua paket lainnya bekerjasama
 
================================================
 

I.Install LAMP

– Buka terminal atau tekan Ctrl – Alt – T pada keyboard
 
– Ketik sudo apt-get install lamp-server^
 
II.Mengecek apakah APACHE sudah dapat jalankan

Ketik localhost pada browser dan lihat apakah tampilan berikut ini muncul

lamp-Localhost
 
Start Apache

Pada terminal ketik sudo /etc/init.d/apache2 start
 
Restart apache

Pada terminal ketik sudo /etc/init.d/apache2 restart
 
Stop Apache

Pada terminal ketik sudo /etc/init.d/apache2 stop
 
Restart Apache

Pada terminal ketik sudo /etc/init.d/apache2 restart
 
Mendapatkan Lokasi Apache2.conf

  • Pada Terminal ketik cd /etc/apache2
  • Buka apache2 …./etc/apache2 dir
  • Apache2
     
    Perhatian: Apache menyimpan file file PHP di folder “www”

    Untuk membuat direktori

    Pada Terminal ketik mdir
     
    Untuk menghapus direktori
     
    Pada Terminal ketik rmdir nama direktori

    Untuk melihatnya isi folder tersebut buka terminal dan ketik cd /var/www

    Folder www
     
    Membuat file di /var/www

    On Ubuntu the command “edit” does not open an editor, you have to use gedit instead.

    You might try using the command:
    gksudo gksudo gedit /var/www/filename.html

    If there is no graphical environment available, you could use the nano editor:
    sudo nano /var/www/filename.html

    Contoh

    Pada terminal ketik gksudo gksudo gedit /var/www/haloo.html
    Isi sebagai berikut

    Haloo

     
    Setelah disimpan maka File Haloo akan tampil di direktori www

    Haloo2
     
    Menampilkan file Haloo.html

    Pada browser ketik http://localhost/haloo.html”

    Akan muncul tampilan berikut ini

    Haloo3
     
    Menghilangkan file test2.html\ no

    Pada terminal ketik find /var/www/test2.html -delete

    File test2.html \no terhapus

    Delete test2.html
     
     
    III. Mengecek apakah PHP sudah dapat dijalankan

    – Buka Terminal
     
    – ketik :sudo gedit /var/www/test.php
     
    – kopi php phpinfo()kedalam file ..jangan lupa ditambah kode dipermulaan dan dibelakang kalimat (seperti contoh)dan setelah itu di save
     
    lamp-PHP
     
    – sekarang ketik http://localhost/test.php pada browser dan lihat apakah tampilan berikut muncul
     
    PHP
     

     
    IV.Mengecek apakah MySQL telah berfungsi

    – Pada terminal ketik mysql -u root -p
    – Jangan lupa mengetik password untuk MySql …jiamput..
     

    Lihat apakah tampilan berikut ini muncul

    Mysql

     
    V. Menambahkan write permissions di direktori /var/www
    Secara default files di /var/www terprotected.
    Untuk membuat file di /var/www anda harus mempunyai “root privilege”.

    Caranya ketik sudo su

    A.Menambahkan user ke www-data group

    Pada terminal ketik sudo usermod -a -G www-data

    B.Menambahkan /var/www folder ke www-data group

    Pada terminal ketik sudo chgrp -R www-data /var/www

    C.Memberikan write permissions kepada www-data group

    Pada terminal ketik sudo chmod -R g+w /var/www
     

    Sekarang keluar dan masuk lagi untuk melihat perubahan pada nautilus
     
     
    VI.Menginstal phpMyAdmin
     
    http://freenuts.com/how-to-install-phpmyadmin-on-lamp/
     

    phpMyAdmin merupakan sebuah Web software gratisan untuk bekerja dengan MySQL pada web-sideo

    Merupakan sebuah visual front end untuk MySQL
     
    ==================================================
    When you installed phpmyadmin, it should have automatically set up its configuration for Apache, making it accessible at http://localhost/phpmyadmin/ (it’s possible you may need the trailing slash?).
     
    However, in case it didn’t, you can re-run the initial configuration step with the following command:

    sudo dpkg-reconfigure -plow phpmyadmin

    ===================================================
     

    Pada terminal ketik sudo apt-get install phpmyadmin
     
    PhpmyAdmin-how-to-install-phpmyadmin

    Pada akhir jendela akan tampil pertanyaan:

    Do you want to continue [Y/n]?

    Tekan Y
     
    Secara default,maka Apache akan menjalankan phpMyAdmin ….tekan Enter key saja

    jendela berikut akan tampil

    PHPmyAdmin-config-phpmyadmin

    Tekan Enter key saja

    Jendela berikut tampil

    PhpMyAdmin-packageConfig

    Password: root

    Jendela berikut tampil

    PhpMyAdmin-phpmyadmin-user-password.gif

    Password: jiamput
     
    ==================================================

    Tambahkan bila diperlukan saja ..atau langsung start Apache

  • Pilih Apache2 sebagai server
  • Pilih “YES” untuk configurasi database untuk phpmyadmin dengan dbconfig-common
  • Masukkan password MySql
  • Masukan password untuk login phpmyadmin
  •  
    Tambahkan phpmyadmin pada konfigurasi apache

    Pada terminal ketik sudo nano /etc/apache2/apache2.conf
     
    Tambahkan phpmyadmin config

    Pada terminal ketik Include /etc/phpmyadmin/apache.conf

    ==================================================
     
    Restart apache

    Pada terminal ketik sudo service apache2 restart
     
    Access phpmyadmin

    Pada browser ketik http://localhost/phpmyadmin

    Tampilan berikut akan muncul

    PhpMyAdmin

     
    Username : root
    Passw: jiamput
     
    Jendela PHPMyAdmin untuk membuat Database tampil

    PHPMYAdmin
     
    Untuk uninstal PhpMyAdmin

    sudo apt-get purge phpmyadmin

    Untuk reconfigure PhpMyAdmin

    sudo dpkg-reconfigure phpmyadmin
     
    Bahan bacaan

    http://www.siteground.com/tutorials/phpmyadmin/phpmyadmin_create_database.htm

    http://www.liberiangeek.net/2013/05/want-lamp-linux-apache-mysql-in-ubuntu-13-04/

    http://askubuntu.com/questions/122381/where-can-i-change-the-webpage-showed-by-apache

    http://askubuntu.com/questions/169745/how-to-run-a-php-file-after-installing-lamp-in-ubuntu-11-10

    http://www.howtoforge.com/perfect-server-ubuntu-13.04-apache2-bind-dovecot-ispconfig-3-p6

    https://www.digitalocean.com/community/articles/how-to-install-and-secure-phpmyadmin-on-ubuntu-12-04
     
     
     

    Advertisements

    Mail Server

     
     
    Setting yang diperlukan

  • Membuat DNS untuk domain
  • Membuat DNS untuk mail
  • install apache (Apache2)
  • install mysql
  • installphpmyadmin
  • install postfix
  • install squirrelmail
  • bikin webmail
  • tes pop3 nya di thundersbird
  •  
    Daripada pusing pusing melakukan setting tersebut diatas gunakan software gratisan berikut ini
     
    Bagi pengguna Windows download saja hMailserver
     
     
    Bagi pengguna Ubuntu download saja ZIMBRA
     
     
     
     
     
    Apakah sebuah Mail Server itu?

    Sebuah mail server merupakan versi komputer dari tukang pos. Setiap email yang dikirim akan melalui beberapa mail servers sebelum mencapai alamat email penerima, walaupun hanya terjadi dalam hitungan detik

    Tanpa hubungan beberapa mail servers maka anda hanya dapat mengirim email kepada diri sendiri yaitu dari alamat example.com ke example.coml

    Secara garis besar Macam Mail Servers dibagi 2:

  • outgoing mail servers
  • incoming mail servers.
  •  

    Outgoing mail servers ( SMTP ) atau Simple Mail Transfer Protocol, servers.

    Incoming mail servers ada 2 macam yaitu

  • POP3, atau Post Office Protocol, version 3, servers untuk menyimpan dan mengirim received messages pada local hard disk PCs’ local hard drives.
  • IMAP, atau Internet Message Access Protocol, servers selalu menyimpan kopi dari messages pada servers…. Kebanyakan server POP3 dapat menyimpan messages pada server pula.
  •  
    What is SMTP?
    What is POP3?
    What is IMAP?
     
    Process pengiriman sebuah Email

    Step #1: Setelah menulis sebuah email baik dengan Outlook Express atau Gmail maka begitu anda tekan tombol “send” akan segera terkonek pada domain SMTP ISP server anda misalkan “smtp.example.com”.

    Step #2: Email client anda akan berinteraksi dengan SMTP-ISP server, yaitu menyerahkan alamat email anda, alamat email penerima, isi dari berita serta lampiran

    Step #3: SMTP-ISP akan memproses alamat penerima – khususnya nama domian

    Apabila nama domain sesuai dengan nama domain yang dikirim, maka berita tersebut akan diteruskan melalui domain’s POP3 ataur IMAP server – tidak perlu routing antara server.
    Apabila nama domain penerima berbeda maka SMTP-ISP wajib berinteraksi dengan domain server yang lain.

    Step #4: Untuk dapat menemukan server penerima maka SMTP-ISP server pengirim harus berkomunikasi dengan DNS, atau Domain Name Server.yang akan mengambil alih alamat penerima dan menterjemahkan kedalam sebuah IP address

    Server SMTP-ISP pengirim tidak dapat meroute sebuah email dengan hanya sebuah domain name ;

    Alamat IP = angka yang unique pada setiap komputer yang terkonek ke Internet.

    Dengan mengetahui info tersebut maka sebuah outgoing mail server dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

    Step #5: Dengan mengetahui IP address penerima maka SMTP-ISP server pengirim dapat dapat berhubungan dengan SMTP server penerima, akan tetapi hal itu tidak terjadi pada sebuah hubungan langsung tetapi melalui beberapa SMTP servers yang tidak ada hubungan, sebelum sampai pada server penerima
     
    Step #6: SMTP server penerima akan men scan berita masuk. Apabila mengenal nama domain dan nama user maka berita tersebut akan diteruskan ke server domain’s POP3 atau IMAP server yang selanjutnya akan diletakkan di sendmail que

    Pengunaan Email Clients

    Kebanyakan dari anda akan menggunakan web-based email clients, seperti Yahoo Mail atau Gmail.

    Khususnya pihak businesses yang memerlukan tempat penampungan email yang banyak akan mempunyai server email sendiri dan biasanya mengunakan program Postfix atau Microsoft Exchange
     
    Perhatian
     

  • Walaupun mail server, hanya digunakan untuk “testing”, tetapi begitu mail server anda terkonek ke internet maka spammers, spybots segera melacak keberadaan mail server anda dan akan menggunakannya untuk keperluan mereka dan ingat Andalah yang bertanggung jawab untuk tingkah laku mereka dan dapat berurusan dengan “yang berwajib”
  • Beberapa smtp server akan menverifikasi email address dari pengirim yang berarti email address seperti “sender@sender.com” harus merupakan sebuah existing email address karena bila tidak maka email tidak akan dikirim ke “you@yourdomain.com”.
  • Berhubung “NO security” maka pastikanlah bahwa ISP anda mengijinkan untuk menggunakan email server mereka … bisa bisa mereka akan terminate account anda.. Mereka tidak perduli apakah anda mengirim email liwat Outlook Express dari sebuah workstation pada LAN atau dari WAMP server.
  • Ke-1 ISP cemas bahwa anda akan mengirimkan bulk mail atau SPAM langsung dari Server
    Perjanjian biasanya membatasi jumlah email yang dapat dikirim dalam batas waktu tertenu dan apabila jumlahnya melebihi akan di “ban”
  • Ke-2 Banyak ISPs block TCP port 25 sehingga hanya dapat mengirim email hanya liwat STMP server mereka.
  •  
    Untuk melihat Daftar Mail Servers berbayar klik