Menurut pembahasan di http://en.wikipedia.org/wiki/51st_state The “51st state” in post-1959 American political discourse, is a phrase that refers to areas or locales that are – seriously or facetiously – considered candidates for U.S. statehood, joining the 50 states that already make up the United States of America. They can be external territories or parts of existing states which would be admitted as separate states in their own right.

The phrase “51st state” can be used in a positive sense, meaning that a region or territory is so aligned, supportive, and conducive with the United States, that it is like a U.S. state. It can also be used in a pejorative sense, meaning an area or region is perceived to be under excessive American cultural or military influence or control. In various countries around the world, people who believe their local or national culture has become too Americanized sometimes use the term “51st state” in reference to their own countries.

==========================================
 
Pembahasan ini merupakan kelanjutan dari pembahasan di

https://intranet2012.wordpress.com/2012/05/13/menuju-tahun-2014-11salahpilih-postpowersyndrome-masalah/?preview=true&preview_id=1121&preview_nonce=f09fb22c54

https://intranet2012.wordpress.com/2013/09/02/osama-bin-laden-cia/

https://intranet2012.wordpress.com/2014/05/31/prabowo-the-fall-guy/

https://intranet2012.wordpress.com/2012/11/11/engkoh-lim-dan-nekohlim/

https://intranet2012.wordpress.com/2012/04/26/islam-merah-dan-islam-putih/

https://intranet2012.wordpress.com/2012/10/29/3-menguak-aidit/

Pada pemerintahan pak harto sudah ada gurauan bahwa NKRI merupakan negara bagian ke-51 dari Amerika …sesungguhnya itu bukan gurauan tetapi sebuah kenyataan
 
MerahPutih
 
Perdebatan Pilpres 2014 perihal Laut Cina Selatan dan Pertahanan Indonesia ada hikmahnya juga
Kalau melihat peta berikut ini maka tampaklah bahwa NKRI untuk urusan pertahanan bersandar pada payung pertahanan Amerika yang terbentang dari P.Diego Gracia hingga Australia
Apabila digabungkan dengan Ketergantungan keuangan pada IMF maka secara de fakto NKRI sudah menjadi bagian protektorat Amerika
Beruntunglah bahwa Amerika merupakan negara kaya – perkasa dan menganut paham Capital Democracy … apa jadinya bila di jaga oleh negara penganut paham Diktatur Proletar yang kere …
world
 
Cina telah memasukkan kep.Natuna sebagai bagian wilayahnya …. apakah memang sudah dijual…?

Yang selalu menjadi pertanyaan kenapa SBJ selalu bertindak ragu ragu dan kecemasannya pada program IMF

Menurut hemat saya tidak lain adalah bahwa keadaan administrasi pemerintah sekarang tidak banyak berbeda dengan pada saat jaman Kompeni atau VOC

Raja Belanda = Presiden Amerika
Gub.Jendral = Duta Besar
Raja Jawa = Presiden NKRI

Menjadi masalah apabila mata uang US$ diberlakukan di Indonesia …ibaratnya seperti Junani yang paling lemah ekonominya dibanding dengan anggauta Uni Eropa lainnya ketika memberlakukan mata uang EURO >>> krisis ekonomi

Karena sudah menjadi ‘bagian” dari Amerika maka mau tidak mau harus pula mengikuti arah kepentingan politiknya
Partai KomunisrasoolApabila di tahun 60an arah politiknya adalah anti Komunis sedangkan pada saat ini adalah anti Islam Teroris maka dengan sendirinya musuh/kawan berbeda dan boleh dikatakan bertolak belakang …jangan lupa politik adalah “kepentingan” dan tidak ada kawan/lawan abadi.
Masalahnya sukar untuk membedakan mana yang teroris mana yang tidak dan menjadi dilema bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas Islam …. semoga pihak Amerika tidak menggulangi “salah pilih” ,,,

kader PDIPkaki-megaPengalaman di Timur Tengah agar menjadi pelajaran bahwa “revolution of the mind tidak dapat diimport” dengan kata lain setiap bangsa mempunyai karakter/kebudayaan sendiri … jangan harap dapat merubah irrational mind dalam waktu singkat menjadi rational mind..tanpa peningkatan kesejahteraan-pengetahuan dan EQ…
 
RM.Reksohadiprodjo Ucapan puluhan tahun yang lalu masih berlaku
 
RM.Reksohadiprodjo (wedana Karangasem) lulusan HBS sebelum PD ke-2 berucap …”Zonder voorgezet opleiding is dit volk verdoemt als een natie van koelies
 
Bagi penggembira ke-2 kubu baik yang Nasionalis maupun Internasional tidak perlu ngotot membela kubunya, karena pada akhirnya “his Master” yang menentukan siapa yang menjadi pemenangnya
 
unclesamBagi yang mbalelo pilihan hanya ..dijemput…diserang …tandatangan…

SevenFleetUSS_George_Washington_CVN-73F-117_Nighthawk_Front

Suharto-Camdesussus
 
 

=============================================

Muso : Kau kan dekat dengan Trotsky …minta dia kirim tentara merah ke Indonesia

Tan Malaka : Itu hanya mengundang penjajah baru …revolusi harus dilaksanakan oleh masyarakat Indonesia sendiri >> revolusi tidak bisa diimport mentah mentah

==============================================