rasool
Menarik sekali adalah pembahasan di http://muslim.or.id/manhaj/antara-cinta-nabi-dan-perayaan-maulid-nabi-2.html sebagai berikut terungkap bahwa perayaan Maulid Nabi tidak kita temukan pada masa sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan empat Imam Madzhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad), padahal mereka adalah orang-orang yang sangat cinta dan mengagungkan Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah orang-orang yang paling paham mengenai sunnah Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan paling semangat dalam mengikuti setiap ajaran beliau.

Menurut pakar sejarah yang terpercaya-, yang pertama kali mempelopori acara Maulid Nabi adalah Dinasti ‘Ubaidiyyun atau disebut juga Fatimiyyun (silsilah keturunannya disandarkan pada Fatimah). Sebagai buktinya adalah penjelasan berikut ini.
 

Kalifah Fatimid (909–1171)

FatimidCaliphate969
Al Maqriziy, seorang pakar sejarah mengatakan, “Para khalifah Fatimiyyun memiliki banyak perayaan sepanjang tahun yaitu:

1).Ada perayaan tahun baru, hari ‘Asyura
2). maulid (hari kelahiran) Nabi, maulid Ali bin Abi Thalib
3). maulid Hasan dan Husain
4). maulid Fatimah al Zahra
5). maulid khalifah yang sedang berkuasa
6). perayaan malam pertama bulan Rajab
7). perayaan malam pertengahan bulan Rajab
8). perayaan malam pertama bulan Sya’ban
9). perayaan malam pertengahan bulan Rajab
10). perayaan malam pertama bulan Ramadhan
11). perayaan malam penutup Ramadhan, perayaan ‘Idul Fithri
12). perayaan ‘Idul Adha, perayaan ‘Idul Ghadir
13). perayaan musim dingin dan musim panas
14). perayaan malam Al Kholij
15). hari Nauruz (Tahun Baru Persia)
16). hari Al Ghottos
17). hari Milad (Natal)
18). hari Al Khomisul ‘Adas (3 hari sebelum paskah)
19). hari Rukubaat.

(Al Mawa’izh wal I’tibar bi Dzikril Khutoti wal Atsar, 1/490. Dinukil dari Al Maulid, hal. 20 dan Al Bida’ Al Hawliyah, hal. 145-146)

Asy Syaikh Bakhit Al Muti’iy, mufti negeri Mesir dalam kitabnya Ahsanul Kalam (hal. 44) mengatakan bahwa yang pertama kali mengadakan enam perayaan maulid yaitu:

1).perayaan Maulid (hari kelahiran) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
2).maulid ‘Ali
3).maulid Fatimah
4).maulid Al Hasan
5).maulid Al Husain –radhiyallahu ‘anhum-
6).maulid khalifah yang berkuasa saat itu yaitu Al Mu’izh Lidinillah (keturunan ‘Ubaidillah dari dinasti Fatimiyyun) pada tahun 362 H.

Begitu pula Asy Syaikh ‘Ali Mahfuzh dalam kitabnya Al Ibda’ fi Madhoril Ibtida’ (hal. 251) dan Al Ustadz ‘Ali Fikriy dalam Al Muhadhorot Al Fikriyah (hal. 84) juga mengatakan bahwa yang mengadakan perayaan Maulid pertama kali adalah ‘Ubaidiyyun (Fatimiyyun). (Dinukil dari Al Maulid, hal. 20)

Perhatikanlah pula perkataan Al Maqrizy , begitu banyak perayaan yang dilakukan oleh Fatimiyyun dalam setahun, kurang lebih ada 25 perayaan. Bahkan lebih parah lagi mereka juga mengadakan perayaan hari raya orang Majusi dan Nashrani yaitu hari Nauruz (Tahun Baru Persia), hari Al Ghottos, hari Milad (Natal), dan hari Al Khomisul ‘Adas (perayaan tiga hari selelum Paskah). Ini pertanda bahwa mereka jauh dari Islam.

Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan:

Maulid Nabi tidak ada asal usulnya sama sekali dari salafush sholeh. Tidak kita temukan pada sahabat atau para tabi’in yang merayakannya, bahkan dari imam madzhab.
Munculnya Maulid Nabi adalah pada masa Daulah Fatimiyyun sekitar abad tiga Hijriyah. Daulah Fatimiyyun sendiri dibinasakan oleh Shalahuddin Al Ayubi pada tahun 546 H.
Fatimiyyun memiliki banyak penyimpangan dalam masalah aqidah sampai aliran ekstrim di antara mereka mengaku Ali sebagai Tuhan. Fatimiyyun adalah orang-orang yang gemar berbuat bid’ah, maksiat dan jauh dari ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya.
Merayakan Maulid Nabi berarti telah mengikuti Daulah Fatimiyyun yang pertama kali memunculkan perayaan maulid. Dan ini berarti telah ikut-ikutan dalam tradisi orang yang jauh dari Islam, senang berbuat sesuatu yang tidak ada tuntunannya, telah menyerupai di antara orang yang paling fasiq dan paling kufur. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ [1/269] mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)

Kalau dipikir pikir aneh juga bahwa akidah aliran Syiah menjadi akidah Sunni pula
 
Hal itu tak perlu diherankan karena pada pembahasan di https://intranet2012.wordpress.com/2013/10/15/suku-quraysh-kerajaan-arab-saudi/ diketahuilah bahwa kalifah Fatimid berasal dari bani Quraysh yang asal mulainya adalah Jahudi sebelum memeluk Islam
 
 

Sambut Grebeg Maulud
Keraton Solo
Tabuh Dua Gamelan Pusaka


 
Baca pula Budaya Nginang
 
Nginang