PepayaCalifornia

Pepaya California sebagai salah satu jenis pepaya unggul saat ini mulai banyak dikebunkan. Keunggulan pepaya California antara lain buah tidak terlalu besar dengan ukuran 0,8 – 2 kg/buah, rasa manis, daging buah kenyal dan tebal. Hasil sekali panen setiap pohon 10 – 20 buah dan setiap minggu bisa menghasilkan buah sampai 2 t/ha. Peluang pasar masih terbuka, permintaan dari kota-kota besar belum terpenuhi karena ketersediaan buah terbatas dan belum dikembangkan secara luas oleh petani.
 
Benarkah asalnya dari California..?
 
Persepsi buah impor lebih berkualitas dibanding buah impor masih ada di pikiran sebagian masyarakat. Bahkan produk pepaya asal Subang diberi nama pepaya California biar laku.
 

Manfaat

Papaya

1.Papaya kaya akan serat yang dapat menurunkan kadar cholesterol …mengandung enzim yang dapat menhindari terjadinya oksidasi yang dapat menghindari serangan jantung

2.Antioxidan pada papaya membantu penuan dini sehingga penampilan tetap muda

3.Papaya mengandung potassium dan daging papaya mengandung Vitamin A.

4.Biji & daun Papaya berguna untuk melawan cacing didalam usus

5.Papaya membantu kelancaran buang air (Papain)

6.Juice Papaya dapat meringankan infeksi pada colon (pus dan mucus)

7.Kulit papaya dapat digunakan untuk penyembuhan luka pada kulit dibagian yang tidak cepat sembuh

8.Papaya rendah kandungan kalori dan tinggi kandungan nutrisis sehingga baik untuk yang ingin berdiit

9.Memakan papaya dapat mengurangi “morning sickness” serta mual

10.Papaya mengandung “anti-inflammatory properties” dan “anti-cancerous properties” yang membantu mengurangi nyeri pada arthritis, edema dan osteoporosis.

11.Papaya baik sekali untuk yang selalu kedinginan, batuk, flu karena meningkatkan imune sitem
Kandungan vit C & vit A yang tinggi sangat baik untuk imune sistim

12.Papaya juga baik untuk rambut dan mengurangi “ketombe” …shampoo Papaya…

13.Papaya membantu mengurani menstruasi

14.Papaya membersihkan perut dan usus
 
Dari biji, daging hingga daunnya mempunyai kegunaan Baik sisi luar dan dalam buah dapat digunakan
 
Pembibitan

  • Ambil biji dari buah masak pohon dan sehat
  • Potong 1/3 pangkal buah dan ambil biji dari 2/3 buah bagian ujung
  • Taruh biji dalam polibag ukuran 8-10 cm
  •  
    Biji yang siap tanam berumur 1 s/d 1,5 bulan

    Lahan

  • Buat lubang ukuran 60x60x50 cm
  • Biarkan 15 hari sebelum diisi dengan pupuk dan tanah
  • Isi lubang dengan 2 bibit sebagai cadangan apabila ada bibit mati
  •  
    Pengairan

  • Perlu air yang cukup akan tetapi jangan sampai tergenang
  • Pada musim panas harus sering disiram
  •  
    Pemupukan

    1 minggu setelah ditanam beri pupuk NPK 200gr/pohon (larutkan 1 kg NPK ke 50L air)
    3 bulan setelah ditanam beri pupuk 300 gr NPK/pohon
    6 bulan setelah ditanam beri pupuk 500gr NPK/pohon + 40kg pupuk kandang/pohon
    9 bulan setelah ditanam beri pupuk 500gr NPK/pohon
    12 bulan setelah ditanam beri pupuk 500gr NPK/pohon + 40kg pupuk kandang/pohon
     
    Setelah berbuah beri pupuk KCI
     
    Hama

  • Kutu putih >>pestisida Akothion – Regent – Bestox
  • Tungau yg merusak pucuk tanaman >> pestisida Curacron – Mesurol – Akarsida
  • Jamur >> 2 gr+air Manasate 82WP – Cursate 8/6WP setiap minggu
  •  

    Penyakit menyerang
     
    Kematian yang tiba2 dari beberapa pohon pepaya merupakan teka-teki…Kemarin masih segar akan tetapi keesokan harinya daunnya mulai menguning dan akhirnya mati
     
     
    IMG00327-20130318-1045IMG00326-20130318-1045
     
     
    Setelah dicabut ternyata akarnya membusuk …segera bekas tanahnya dibakar karena dapat menular…

     
     
     
     
     
    Busuk Akar dan Pangkal batang

    Gejala

    Penyakit ini merupakan salah satu penyakit penting di Indonesia.
    Hawar Phytophthora dapat menjadi salah satu penyakit yang menghancurkan sebagian besar dari pepaya.
    Penyakit ini muncul pada bermacam macam umur. Selain pada akar dan batang, penyakit ini juga timbul di buah baik yang masih muda atupun dalam penyimpanan.

    Mula mula daun layu, menguning, dan menggantung di sekitar batang sebelum rontok. Daun mudapun juga menunjukkan gejala yang sama sehingga tanaman hanya mempunyai sedikit daun daun kecil di
    puncaknya.

    Pada akar gejalanya adalah terdapat akar akar lateral yang membusuk menjadi massa bewarna cokelat tua, lunak, dan sering berbau tidak sedap.

    Pada semai penyakit ini menyebabkan rebah kecambah (damping off).
    Pangkal batang membusuk dan tampak seperti selai.

    Terdapat anggapan bahawa tanaman pepaya itu mudah. Jika penanaman hanya untuk kebutuhan sendiri, memang demikian.
    Namun, saat dikebunkan secara komersial, penyakit dumping off dan kapang daun di pembibitan menja
    di masalah yang serius

    Dumping off timbul kerana :

  • Aerasi jelek
  • Kelembapan tinggi
  • Pemakaian pupuk kandang belum matang memicu munculnya penyakit ini.
  •  
    Di dataran tinggi,Phythium aphanidermatum tidak aktif.
    Peranannya diambil alih oleh Rhizoctonia dengan gejala serangan sama.

    Rebah batang dapat dihindari dengan memakai media semai steril.

    Sterilisasi dilakukan dengan medium suap air panas atau pemberian Basamid atau formalin 4% selama 24 jam.

    Penyebab penyakit

    Penyakit ini disebabkan oleh patogen Phytophthora palmivora
    Dahulu patogen ini sering disebut sebagai Ph. Faberi Maubl atau Ph. Theobromae

    Patogen ini mudah dibiakkan. Patogen mempunyai banyak sporangium besar
    dalam karangan simpodial, mempunyai papil terminal yang menonjol.

    Setelah masak sporangium lepas dari sporangiofornya beserta dengan pedisel (tangkai)
    yang pendek.

    Daur penyakit Patogen ini merupakan patogen tular tanah dan dapat bertahan lama di dalam tanah yang mengandung banyak bahan organik. Selain itu, dapat menginfeksi berbagai tumbuhan inang,
    Patogen ini menyebar dengan bantuan air yang mengalir diatas permukaan tanah. Diduga penyakit dapat menyebar dengan perantaraan sporangium yang terdapat pada permukaan buah yang terinfeksi.

    Penyakit ini umumnya dapat berkembang baik pada lingkungan yang sesuai. Kerugian besar dapat terjadi pada keadaan tanah yang basah, khususnya jika air mengalir di permukaan tanah.
    Selain itu suhu udara juga sangat membantu dalam perkembangan penyakit. Penyakit ini berkembang optimal pada suhu udara 20-30C.
    Infeksi lebih banyak terjadi pada akar yang luka. Selain itu juga pada buah matang yang lebih rentan terhadap penyakit ini.

    Penyakit rebah kecambah yang sering menyerang persemaian terjadi pada suhu dan kelembaban yang
    tinggi.
    Penyakit dibantu oleh tanah yang basah, drainase, dan aerasi tanah yang buruk,penanaman biji terlalu dalam, dan jarak tanam yang terlalu rapat (Alfaeez 1987)

    Phytophthora palmivora sebagai penyebab pembusukan buah papaya dapat di kontrol dengan mancozeb atau basic copper sulfate pada tangkai buah

     
    Penyakit bakteria

    Gejala

    Penyakit pada daun papaya ini pertama kali dilaporkan terjadi di Jawa Timur.
    Penyakit ini menimbulkan kerugian yang besar terutama pada musim penghujan.

    Gejala yang ditimbulkan adalah pada tanaman muda daun menguning dan membusuk.
    Umumnya setelah beberapa lama tanaman akan mati pada tanaman atas, lama kelamaan diikuti matinya seluruh tanaman

    Penyebab penyakitPenyakit ini disebabkan oleh bakteri Erwinia papayae ..Sebelumnya pernah
    disebut sebagai Bacillus papayae
    Bakteri ini berbentuk basil, panjang 1,0 -1,5 um,berantai, tidak berspora, gram negative, dan aerob.

    Daur penyakit

    E. papayae dapat ditularkan oleh serangga. Cara pemencaran lainnya belum pasti. Infeksi dapat terjadi pada sisi atas maupun sisi bawah daun.Percobaan penularan ke tanaman lain tidak memberikan hasil.
    Penyakit ini berkembang baik pada musi penghujan.

    Pengelolaan

    Sebelum meluas hal yang bisa dilakukan adalah bagian tanaman yang terinfeksi segera dibuang (dipotong dan dibakar).
    Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan budidaya dan pengelolaan tanaman yang baik
    sehingga dapat terhindar dari penyakit