SUATU ketika, Iblis maju ke hadapan Tuhan, memohon agar dibebas tugaskan dari pekerjaan menggoda manusia.

Tuhan menjawab, “Engkau ingin pensiun?… Bukankah engkau sendiri yang dulukala meminta untuk selalu menggoda manusia?”.

SETAN IBLIS DI TUBUH MANUSIA menjawab
 
“…sekarang kelakuan manusia sudah melebihi iblis”
 
Dengan muka tertunduk, Iblis berkata dengan lirih, “Ampun ya Allah…. Amit-amit, sekarang kelakuan manusia sudah melebihi iblis. Hamba kuatir, nanti justru hamba yang tergoda oleh manusia…”. Terdiam sejenak, menelan ludah, Iblis melanjutkan, “Makanya hamba minta pensiun dini saja. Manusia berzina, yang enak dia, tapi yang disalahkan hamba. Manusia korupsi, dia yang menikmati, katanya digoda oleh hamba. Dan yang paling sedih, setiap musim haji ke Makkah, hamba dilempari batu oleh berjuta-juta manusia di Mina, padahal yang melempari itu, sebagian murid hamba… Ongkos naik hajinya saja belum tentu halal…”.

“Oooh….. “, ‘keluh’ Tuhan.

Malaikat yang juga hadir, dan dari tadi diam saja, ikut bicara dengan nada prihatin, “Tapi…. tak kalah menyedihkan, banyak manusia jaim yang seringkali berlagak suci sehingga dielu-elukan bagaikan malaikat, ditempatkan sebagai pemimpin bangsa dan masyarakat atau badan pemberantasan korupsi, tetapi sebenarnya adalah murid-murid ranking teratas dari rekanku sang Iblis…..”.
 

 

Tuhan pun diam saja, tak lanjut bertanya di negeri-negeri mana saja gerangan semua itu terjadi. Beliau sudah lebih tahu….
 

Hayoo siapa yang tahu