Wayang-Setan
 
RESAH karena makin meningkatnya penipuan dan ingkar janji manusia terhadap mereka, maka para jin dan mahluk halus penyedia jasa pesugihan se-Indonesia menyelenggarakan rapat koordinasi nasional untuk membahasnya.

Penipuan-penipuan itu umumnya menyangkut pemalsuan tumbal dan sesajen: darah manusia diganti darah kambing atau darah ayam, tumbal bayi menggunakan hasil traficking, penggunaan kemenyan palsu (sebenarnya obat nyamuk bakar), kembang plastik diaku kembang tujuh rupa, ayam potong dihitamkan dengan semir rambut seakan-akan ayam cemani hitam asli, pemalsuan tali pocong dan sebagainya, ditambah penggunaan dukun korup.

devil
 
Setelah mendengar berbagai laporan di rapat itu, pemimpin sidang rakornas, menukas, “Lho.. kan gampang. Jalankan saja eksekusi sesuai perjanjian pesugihan?!”.

“Tapi, manusia menggunakan ‘pengacara-pengacara’ pinter….”, salah satu mahluk halus menjawab.

“Kan pengacaranya juga manusia, bisa kalian tindaki dengan gampang?”.

bribing
 
“Nah, itu dia soalnya, pak ketua..”, jawab peserta rakor lainnya. “Para pengacara itu mempraktekkan kebiasaannya di dunia manusia, menyogok oknum penguasa di kalangan ‘bangsa’ kita sebagai centeng untuk menghambat penindakan dan eksekusi…”.

Akhirnya, rapat koordinator memutuskan, menunda dulu penindakan kepada manusia-manusia yang ingkar janji, dan mendahulukan pembersihan internal di kalangan jin dan mahluk halus penyelenggara jasa pesugihan. Dan untuk keperluan itu, dibentuk Komite Etik dan Kehormatan.