Gerinda

Sekarang partai2 mulai melakukan cara baru untuk mendapatkan kader2 yaitu melalui mass media selain koran juga liwat Facebook

Kalau hanya untuk mendapatkan kader2 baru tidak menjadi masalah akan tetapi kalau untuk iming2 “lowongan menjadi” caleg maka hal itu akan dapat menjadi “boomerang effek” untuk Partai yang bersangkutan.

PRO
Untuk pencitraan maka cara tersebut sangat effektip

CON

Di Indonesia dimana lowongan kerja masih termasuk “langka” maka begitu sebuah perusahaan mengiklankan lowongan untuk posisi tertentu maka “ribuan” calon pegawai akan mendaftar dan hanya 1 yang diterima

Ke-1 Tidak disebutkan jumlah caleg/kursi yang tersedia

Ke-2 Walaupun disebutkan jangka waktu pendaftaran akan tetapi tidak dilanjutkan dengan informasi bahwa “lowongan telah penuh” >> ribuan calon kader akan kecewa dan akan memilih partai lain

http://regional.kompas.com/read/2013/04/17/16094178/Gagal.Nyaleg.Kader.Gerindra.Bakar.Atribut.Partai

Ke-3 Bukan rahasia umum bahwa ada “sumbangan wajib” pada partai tertentu yang dapat mencapai jumlah 2M atau lebih >> janganlah heran apabila korupsi meraja lela apabila hal tersebut menjadi budaya juga di Gerinda
 

Lebih baik menghilangkan iming iming caleg dari iklan