Apakah Hidroponik itu ?
 
Hidroponik adalah cara budidaya tanpa media tanah,Dengan kata lain, hidroponik merupakan suatu sistem budidaya tanaman pada media yang tidak menyediakan unsur hara, dan unsur hara esensial yang diperlukan tanaman disediakan dalam bentuk larutan/nutrisi.

Tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik meliputi golongan tanaman hortikultura (tanaman sayur, tanaman buah, tanaman hias, pertamanan, dan tanaman obat-obatan).

Budidaya hidroponik itu low variable cost
– Tenaga kerja lebih sedikit dengan adanya sistem automatisasi
– Tidak ada biaya penyiangan gulma
– Tidak ada biaya olah tanah
– Tidak ada biaya menyebar pupuk
– Tidak kerugian akibat pupuk terlindi, run off, atau menguap
– Tidak ada biaya pembumbunan
 
Butuh sarana prasarana hidroponik?

https://www.facebook.com/media/set/?set=a.242846702446146.61615.135133736550777&type=3

Daftar harga produk

https://www.facebook.com/media/set/?set=a.241060195958130.61261.135133736550777&type=3

Ingin belajar memahami hidroponik dengan baik?
Praktik langsung membuat nutrisi hidroponik dari awal sampai siap digunakan?
Ingin praktik membuat alat hidroponik?

www.pelatihanhidroponik.blogspot.com

Harga dan Keterangan lengkap silahkan lihat album Katalog Produk

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=241096949287788&set=a.241060195958130.61261.135133736550777&type=3&theater
atau email kami di goodplantindonesia@yahoo.com
 

 
PEMAHAMAN DASAR

Klasifikasi hidroponik berdasarkan media, yaitu :
1. Kultur air : NFT (Nutrient Film Technique), Water Culture (Kultur air /Rakit apung).
2. Kultur agregat : pasir, rockwool, arang sekam, kerikil, batu apung dll. Drips System (Irigasi tetes), Wick System (Sistem sumbu), Ebb and Flow (Pasang surut), dan Verticulture (Vertikultur).
3. Medium gas : Aeroponic (Aeroponik).

 
 
SAYURAN SEGAR DAN IKAN MELALUI AKUAPONIK

Aquaphonic
 
Melihat gambar tersebut diatas maka sesungguhnya akuarium dirumah sudah tepat untuk digunakan melakukan perobaan hidroponik tersebut.
Diam diam ku tancapkan siung bawang putih yang bagian atasnya telah dipotong 1/3nya dilubang yang berada diatas saringan air … istri pasti nyap nyap …he..he..

BwangPutih-Akwarium
 
Anda dan keluarga sukakan sayuran segar sepanjang tahun serta suka memperolehi berkilokilo ikan? Caranya mudah saja iaitu melalui akuaponik. Anda cuma perlu peruntukkan masa 5 menit sehari untuk berladang cara akuaponik walaupun dengan pakaian yang anda pakai ke pejabat. Tidak perlu mencangkul, merumput, menggembur dan membongkok atau duduk lama yang menyiksa badan. Tidak ada racun rumpai dan racun serangga. Juga tidak perlu bimbang untuk menyiram sayuran setiap hari. Anda hanya memberi makan kepada ikan lalu menyebabkan anda mendapat sayuran dan ulam segar.

Akuaponik (aquaponic atau aquaponics) adalah gabungan berternak atau memelihara ikan
dan sekaligus menanam sayuran menggunakan air tanpa menggunakan tanah. Ikan air tawar
yang anda suka (contohnya ikan tilapia,ikan keli,ikan emas, ikan koi atau udang galah dll)
boleh di ternak atau di pelihara di dalam kolam atau tangki.

Kehadiran ikan dalam kolam@tangki ikan akan menyebabkan air menjadi beracun/toksik
kepada ikan. Dalam sistem akuaponik, air kumbahan dari kolam ikan akan di sedut sebagai
pupuk@baja menggunakan pam ke dalam ruang tanaman yang terdiri dari kerikil yang di
tanam dengan pelbagai jenis sayuran, herba atau pokok bunga hias.
Kehebatan Allah menjadikan bakteria nitrosomas and nitrobactor untuk menukarkan air
kumbahan menjadi baja kepada tanaman dan sekaligus membersihkan air yang kemudiannya
di alirkan ke kolam ikan menggunakan graviti (di sebPerhatian: Nisbah isipadu air tangki ikan : kerikil dalam bekas tanaman = kira-kira 1.3 : 1.

Akuaponik adalah sesuai untuk sebarang saiz samada di amalkan sebagai hobi untuk manfaat
sendiri dan keluarga, untuk pelajar tadika atau sekolah rendah/menengah memahami sains
mengenai ekosistem mini yang mengaitkan hubungan rapat diantara ikan, bakteria dan
sayuran; pertubuhan kebajikan contohnya rumah anak yatim, pusat serenti; dan untuk
kegunaan komersial.

Anda dan keluarga akan terpegun melihat kehebatan Allah menjadikan ekosistem ikan, air,
bakteria dan sayuran saling membantu untuk kesejahteraan manusia. Wajar benar kita
mentaati Allah dalam hidup yang sementara ini. Selamat memetik sayuran segar dan ikan.
Berkongsilah ilmu, sayuran dan ikan dengan jiran anda.ut air terjun buatan) yang sekaligus
memperkayakan oksigen dalam air. Proses yang berlaku menyebabkan air menjadi bersih dan
di kitar untuk kegunaan ikan.

Bahan mudah untuk membina sebuah sistem akuaponik anda adalah:
1. Kolam di dalam tanah atau atas tanah menggunakan kok konkrit (precast concrete ring
dengan lantai), tangki PVC atau kaca gentian
2. Pipa PVC dan bahan kerja paip yang bersangkutan
3. Bekas tanaman sebesar mungkin daripada plastik atau kaca gentian di atas pelantar yang
sesuai
4. Pam akuarium yang sesuai.

Lubang-lubang kecil perlu di tebuk pada paip PVC untuk membolehkan air daripada kolam
ikan keluar mengairi ruang tanaman yang di isi dengan kerikil.

 
NFT (Nutrient Film Tehnique)

3 contoh sistem hidroponik di foto ini

3 sistim Hidroponik
 

1. NFT bertingkat ber bahan bambu ditanami sawi (masih kecil)
2. Substrat padat ber media arang sekam ditanami Cabai merah keriting
3. Substrat padat ber media pasir ditanami Padi
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Bawang Hidroponik.

hidroponik-bawang
 
 
 
Menggunakan sistem modifikasi NFT dan Kapilaritas. Media yang digunakan pasir kuarsa. Nutrisi GOODPLANT khusus Umbi. Ditanam oleh mahasiswa S2 Agronomi UGM tahun 2008 dan proyek terus berlanjut sampai saat ini (2012) tapi dengan berbagai penelitian lanjutan menggunakan nutrisi GOODPLANT khusus umbi.
 
 
 
 
 
 
Nutrient film technique (NFT) merupakan salah satu tipe spesial dalam hidroponik yang dikembangkan pertama kali oleh Dr. A.J Cooper di Glasshouse Crops Research Institute, Littlehampton, Inggris pada akhir tahun 1960-an dan berkembang pada awal 1970-an secara komersial. Konsep dasar NFT ini adalah suatu metode budidaya tanaman dengan akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal dan tersirkulasi sehingga tanaman dapat memperoleh cukup air, nutrisi dan oksigen. Tanaman tumbuh dalam lapisan polyethylene dengan akar tanaman terendam dalam air yang berisi larutan nutrisi yang disirkulasikan secara terus menerus dengan pompa. Daerah perakaran dalam larutan nutrisi dapat berkembang dan tumbuh dalam larutan nutrisi yang dangkal sehingga bagian atas akar tanaman berada di permukaan antara larutan nutrisi dan styrofoam, adanya bagian akar dalam udara ini memungkinkan oksigen masih bisa terpenuhi dan mencukupi untuk pertumbuhan secara normal. Beberapa keuntungan pemakaian NFT antara lain : dapat memudahkan pengendalian daerah perakaran tanaman, kebutuhan air dapat terpenuhi dengan baik dan mudah, keseragaman nutrisi dan tingkat konsentrasi larutan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman dapat disesuaikan dengan umur dan jenis tanaman, tanaman dapat diusahakan beberapa kali dengan periode tanam yang pendek, sangat baik untuk pelaksanaan penelitian dan eksperimen dengan variabel yang dapat terkontrol dan memungkinkan untuk meningkatkan produktivitas tanaman dengan high planting density. Namun NFT mempunyai beberapa kelemahan seperti investasi dan biaya perawatan yang mahal, sangat tergantung terhadap energi listrik dan penyakit yang menjangkiti tanaman akan dengan cepat menular ke tanaman lain.

Pada sistem NFT, kebutuhan dasar yang harus terpenuhi adalah : Bed (talang), tangki penampung dan pompa. Bed NFT di beberapa negara maju sudah diproduksi secara massal dan disediakan oleh beberapa perusahaan supplier greenhouse dan pertanian, di Jepang terbuat dari styrofoam, namun di Indonesia belum diproduksi sehingga banyak petani Indonesia memakai talang rumah tangga (lebar 13-17 cm dan panjang 4 meter). Tangki penampung dapat memanfaatkan tempat atau tandon air. Pompa berfungsi untuk mengalirkan larutan nutrisi dari tangki penampung ke bed NFT dengan bantuan jaringan atau selang distribusi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam NFT adalah : kemiringan talang (1-5%) untuk pengaliran larutan nutrisi, kecepatan aliran masuk tidak boleh terlalu cepat (dapat diatur oleh pembukaan kran berkisar 0.3-0.75 L/menit) dan lebar talang yang memadai untuk menghindari terbendungnya larutan nutrisi

NFT merupakan alat hidroponik sederhana yang bekerja mengalirkan air, oksigen dan nutrisi secara terus-menerus dengan ketebalan arus sekitar 2-3 mm. Tanaman disangga dengan sedemikian rupa sehingga akar tanaman menyentuh nutrisi yang diberikan. Alat dibuat miring dengan salah satu sisi lebih tinggi dari sisi lainnya yaitu sebesar 5% dari panjang alat agar arus dapat mengalir dengan lancar.

Air dan nutrisi yang diberikan tidak akan terbuang percuma karena aliran airnya akan masuk ke bak penampung yang ada dibawahnya setelah itu dipompa kembali ke atas dan dialirkan lagi ke akar tanaman.
 
FLoating (Water Culture)

Floating hidroponic system (FHS) merupakan suatu budidaya tanaman (khususnya sayuran) dengan cara menanamkan /menancapkan tanaman pada lubang styrofoam yang mengapung diatas permukaaan larutan nutrisi dalam suatu bak penampung atau kolam sehingga akar tanaman terapung atau terendam dalam larutan nutrisi. Metode ini dikembangkan pertama kali oleh Jensen (1980) di Arizona dan Massantini (1976) di Italia.

Pada sistem ini larutan nutrisi tidak disirkulasikan, namun dibiarkan pada bak penampung dan dapat digunakan lagi dengan cara mengontrol kepekatan larutan dalam jangka waktu tertentu. Hal ini perlu dilakukan karena dalam jangka yang cukup lama akan terjadi pengkristalan dan pengendapan pupuk cair dalam dasar kolam yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Sistem ini mempunyai beberapa karakteristik seperti terisolasinya lingkungan perakaran yang mengakibatkan fluktuasi suhu larutan nutrisi lebih rendah, dapat digunakan untuk daerah yang sumber energi listriknya terbatas karena energi yang dibutuhkan tidak terlalu tergantung pada energi listrik (mungkin hanya untuk mengalirkan larutan nutrisi dan pengadukan larutan nutrisi saja).

Tanaman ditancapkan pada lubang dalam styrofoam dengan bantuan busa (agar tanaman tetap tegak) serta ditambahkan penyangga tanaman dengan tali. Lapisan styrofom digunakan sebagai penjepit, isolator panas dan untuk mempertahankan tanaman agar tetap terapung dalam larutan nutrisi. Agar pemakaian lapisan styrofoam tahan lama biasanya dilapisi oleh plastik mulsa. Dalam gambar juga ditunjukkan adanya bak larutan nutrisi dengan penyangganya, biasanya bak penampung ini mempunyai kedalaman antara 10-20 cm dengan kedalaman larutan nutrisi antara 6-10 cm. Hal ini ditujukan agar oksigen dalam udara masih terdapat di bawah permukaan styrofoam. Untuk otomatisasi dalam FHS tidak berbeda jauh dengan cara untuk pot culture system.
Floating system merupakan alat yang paling sederhana karena hanya menggunakan prinsip penggenangan. Akar tanaman diberi genangan air dan nutrisi secara terus-menerus. Untuk kebutuhan oksigen tanaman mendapatkannya melalui airstone yang diletakkan didalam air.

Air dan nutrisi yang diberikan akan langsung mengenai akar tanaman secara terus-menerus sehingga tanaman dapat menyerapnya setiap saat.
 
Kit Rakit Apung harga Rp 250.000 sudah termasuk 1 bungkus benih sayuran dan 100 liter Nutrisi Hidroponik

 

Wick System merupakan alat yang sangat sederhana karena pada prinsipnya hanya membutuhkan sumbu yang menghubungkan antara nutrisi dan media tanam. Air dan nutrisi akan dapat sampai ke akar tanaman dengan memanfaatkan prinsip daya kapilaritas air melalui perantara sumbu.

Media tanam akan terus-menerus basah oleh air dan nutrisi yang diberikan disekitar akar tanaman.

Alat-alat yang dibutuhkan:
1. Media tanam
2. Sumbu
3. Ember atau wadah air

Ebb and flow atau yang biasa dikenal dengan sistem pasang surut ini merupakan salah satu alat hidroponik yang unik karena prinsip kerjanya yaitu tanaman mendapatkan air, oksigen dan nutrisi melalui pompaan dari bak penampung yang dipompa melewati media kemudian membasahi akar tanaman (pasang), kemudian selang beberapa waktu air bersama nutrisi akan turun (surut) kembali melewati media menuju bak penampungan.
Waktu pasang dan surut dapat diatur menggunakan timer sesuai dengan kebutuhan tanaman tersebut, jadi tanaman tidak akan tergenang atau kekurangan air.

Alat-alat yang dibutuhkan:
1. Media tanam
2. Pompa akuarium
3. Pipa PVC
4. Pot/ Wadah tanaman
5. Timer
6. Ember atau wadah air

 
Contoh peralatan sederhana
 
Table-top Garden

Table-top water garden
Here’s what you will need for your very own table-top water garden:
– A glass container, bowl, wide-mouth vase etc.
– Water plants such as taro, water lettuce, water hyacinth, duck weed, fairy moss etc.
– Plastic pots shorter than the height of your glass vessel
– Assorted rocks
– Potting soil
– Charcoal bits
– Mosquito fish (optional)
– Pure water

Place the taro in your plastic pot and add soil. Pack the soil down snugly and cover with rocks and pebbles. Rinse off any loose soil from the exterior of the plastic pot. Make sure your bowl/vase/container is clean and free of cracks. Take a handful of charcoal and line the base of the vessel to help against odors. Cover with aquarium pebbles. Fill the vessel with the most pure water you can get your hands on; rain water, reverse osmosis water, or distilled. Place the potted taro into the vessel. Some loose soil may escape the pot- just scoop it off the top of the water, and add more rocks to the potted plant if needed. Pull off any dead roots from the floating water plants, and give them a good rinse before adding to the bowl. If you plan on taking the water garden outside, and then bringing it back inside later, mosquito fish are a good idea. Nobody wants mosquitoes hatching in their living room!
 
 
 
Sistim HidroponikSistim Hidroponik2
 
 
 

Senyawa yang bisa digunakan untuk meramu Nutrisi Hidroponik

Tersedia dalam 3 jenis yaitu:

  • Sayuran Daun
  • Sayuran Buah
  • Tanaman Hias
  • Tersedia dalam 2 ukuran yaitu:

  • 500ml untuk pemakaian menjadi 100 Liter larutan. Minimal pengiriman 6 paket.
  • 5Liter untuk pemakaian menjadi 1.000 liter larutan. Tanpa minimal pengiriman.
  • Ukuran 500ml harga 30.000/set (A-B) untuk pemakaian 100 liter
  • Ukuran 5 liter harga 250.000/set (A-B) untuk pemakaian 1.000 liter
  •  
    Larutan yang telah jadi adalah larutan stok dalam kedaan pekat yang harus diencerkan terlebih dahulu untuk diaplikasikan ke tanaman. Masing-masing stok 5 liter tersebut dapat dilarutkan menjadi 1000 liter larutan siap pakai.

    Penemu: Sapto Prayitno S.P, M.Sc (Agronomi UGM)

    Harga dan Keterangan lengkap silahkan lihat album Katalog Produgoodplantindonesia@yahoo.comk

    atau email kami goodplantindonesia@yahoo.com

    Sistim Hidropnik-Senyawa

  • Kalsium Amonium Nitrat 5Ca(NO3)2.NH4NO3.10H2O
  • Kalsium Nitrat Ca(NO3)2.4H2O
  • Kalium Nitrat KNO3
  • Monokalium Fosfat KH2PO4
  • Dikalium Fosfat K2HPO4
  • Kalium Sulfat K2SO4
  • Mono Amonium Fosfat (NH4)H2PO4
  • Di Amonium Fosfat (NH4)2HPO4
  • Amonium Sulfat (NH4)2SO4
  • Amonium Nitrat (NH4)NO3
  • Magnesium Sulfat MgSO4.7H2O
  • Fe EDTA
  • Mangan Sulfat MnSO4.4H2O
  • Tembaga Sulfat CuSO4.5H2O
  • Seng Sulfat ZnSO4.7H2O
  • Asam Borat H3BO3
  • Borax Na2B4O7
  • Amonium Heptamolibdat (NH4)6Mo7O24.4H2O
  • Natrium Molibdat Na2MoO4.2H2O
  •  

     
    TEMBAGA (Cu)

    Tanaman menyerap Cu dalam bentuk Cu2+ dan dapat diserap melalui daiun dalam bentuk molekul kompleks organik

    FUNGSI :
    – Cu diserap oleh tanaman dalam jumlah sedikit
    – Berfungsi sebagai aktifator beberapa enzim laktase, oksidase dan asam askorbat

    GEJALA KEKURANGAN :
    – Terlihat pada ujung daun yang mengisut dan merana, dan terkadang terlihat seperti gejala kekurangan K, karena tepi-tepi daunnya mengering.

    Postingan selanjutnya ZN (Seng)
     
    SENG (Zn)

    Tanaman menyerap Zn dalam bentuk ion Zn2+ dan dapat dalam bentuk kompleks organik, seperti EDTA.

    FUNGSI :
    – Berperan dalam pembentukan Asam-asam Indolasetic Acid (IIA), sehingga akan banyak berperan dalam pembelahan sel-sel maristem

    GEJALA KEKURANGAN :
    – Terjadi salah tumbuh pada ujung akar dan terjadi kelambatan tunas di pucuk karena pembelahan sel maristem tidak sempurna
    – Daun berwarna hijau muda, kuning atau putih di antara tulang daun, dan ruas-ruas batang memendek, daun menjadi kecil, sempit dan agak tebal, kemudian dapat menyebabkan daun menjadi gugur.

    Postingan selanjutnya Mo (Molibdenum)
     
    MOLIBDENIUM (Mo)

    Tanaman menyerap Mo dalam bentuk ion MoO4= dan dalam jumlah sedikit, kelebihan sedikit saja dapat menyebabkan keracunan bagi tanaman.

    FUNGSI :
    – Berfungsi dalam reduksi nitrat (fiksasi N) dan asimilasi nitrogen

    GEJALA KEKURANGAN :
    – Kekurangan Mo dapat mempengaruhi berlangsungnya sintesis asam-asam amino dan
    protein, sehingga dapat mempengaruhi fungsi N di dalam tanaman
     
    BORON (B)

    Tanaman menyerap Boron dalam bentuk ion BO33-, walaupun B merupakan unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, tetapi harus tersedia untuk pertumbuhannya. Boron adalah unsur hara yang bersifat immobil.

    FUNGSI :
    – Berperan dalam pembentukan dinding sel, pembentukan buah
    – Pembentukan titik tumbuh dan penting dalam penyerbukan
    – B dalam tanaman bersifat tidak mobil

    GEJALA KEKURANGAN :
    – Gejala dapat dilihat pada daun dengan tanda-tanda yang mengering dan kurus, ujung daun menjadi coklat
    – Apabila temperatur tinggi dan tanaman kekurangan B dapat menyebabkan kelopak bunga menjadi pecah (calyx splinting) atau dapat juga sebagai akibat perbedaan temperatur udara siang dan malam terlalu tinggi (lebih dari 10°C).

    – Pertumbuhan rata-rata tanaman merosot, pertumbuhan kerdil dengan ruas-ruas yang pendek dan dapat juga berhenti pertumbuhannya
    – Batang dari tanaman kaku menjadi pecah-pecah/retak

    Postingan selanjutnya Fe (Besi)
     
    BESI (Fe)

    Tanaman menyerap Besi dalam bentuk ion Fe3+, tetapi lebih banyak diserap dalam bentuk ion Fe2+. Besi juga dapat diserap dalam bentu garam-garam kompleks organic (chelate) dan dapat juga diserap oleh daun dalam bentuk Fe sulfat. Fe adalah salah satu unsur immobil.

    FUNGSI :
    – Membentuk klorofil, diperlukan dalam membentuk fotosintesis
    – Berperan dalam mengaktifkan berbagai enzim

    GEJALA KEKURANGAN :
    – Warna daun akan pudar dan menjadi kering lalu menjadi keriput
    – Pada ujung daun menjadi terkikis tetapi urat-urat daun masih tetap hijau

    Postingan selanjutnya Mn (Mangan)
     
    MAGNESIUM (Mg)

    Tanaman menyerap Magnesium dalam bentuk ion Mg++, ketersediaan Mg tidak boleh berlebihan karena dapat meracuni tanaman, sehingga unsur Mg harus dalam kondisi seimbang terutama dengan umsur Ca. Unsur hara Ca adalah bersifat mobil.

    FUNGSI :
    – Berperan dalam proses fotosintesis dan pembentukan klorofil
    – Untuk pembentukan enzim dan protein dalam tanaman
    – Menaikan kadar minyak pada tanaman
    – Termasuk unsur hara yang mobil didalam tanaman

    GEJALA KEKKURANGAN :
    – Gejala ini biasanya terlihat pada daun tua
    – Diantara tulang daun terlihat klorosis
    – Perubahan warna daun menjadi kuning, dan terdapat bercak-bercak warna coklat pada daun tetapi tulang daun tetap berwarna hijau
    – Dapat menyebabkan kegagalan pertumbuhan dan perkembangan kuncup bunga

    Postingan selanjutnya S (Sulfur)
     
    SULFUR (S)

    Tanaman menyerap Sulfur melewati akar dalam bentuk ion SO4- dan dapat diserap melalui daun dalam bentuk ion SO2-, tetapi pada kadar yang terlalu tinggi dapat meracuni tanaman. Kadar S di dalam tanaman rata-rata 0,1 – 0,4 %. Unsur S di dalam tanaman dapat menekan kelebihan nitrat sehingga akibat negatif dari penumpukan nitrat yang terlalu tinggi dapat dicegah. Sulfur adalah unsur hara yang bersifat mobil.

    FUNGSI :
    – Menyusun asam amino, aktifator enzim dan pembentukan Vitamin

    GEJALA KEKURANGAN :
    – Daun berwarna gelap pada sebagian daun yang paling dekat dengan batang
    – Urat-urat daun berubah menjadi kuning
    – Batang tanaman kurus dan kecil
     
    KALIUM (K)

    Kalium diserap oleh tanaman dalam bentuk ion K+ dan ketersediaan K dari pupuk relatif lebih cepat daripada dengan fosfat.

    FUNGSI :
    – Sangat diperlukan pada fase reproduksi tanaman untuk menghasilkan kualitas bunga dan buah yang lebih baik
    – Sebagai katalisator proses-proses metabolisme tanaman
    – Berperan penting dalam penyusunan protein dan karbohidrat
    – Mempercepat pertumbuhan jaringan maristematik
    – Memperkuat atau memepertebal sel-sel tanaman pada dalam batang dan kulit serta resisitensi terhadap penyakit
    – Dapat menghasilakan kualitas bunga dan buah yang lebih baik
    – K dalam tanaman bersifat mobil

    GEJALA KEKURANGAN :
    – Kekurangan Kalium ditandai dengan berubahnya tepi daun dari warna hijau menjadi kuning muda
    – Warna kuning tersebut berlanjut menjadi kecoklatan
    – Pada tepi daun menjadi robek yang membentuk seperti gerigi
    – Dapat menurunkan daya tahan terhadap serangan hama dan penyakit

    Postingan selanjutnya Ca (Kalsium)
     
     

    Dasar dasar pembibitan

    Benih atau biji yang benar sebutannya ya?
    Benih sudah pasti biji namun biji belum tentu benih

    Yang ditanam disebut benih
    Yang tidak ditanam, misal untuk makan unggas dll disebut biji

    Benih hanya membutuhkan air dan O2 untuk mulai berkecambah, dan makanan untuk dia tumbuh masih tersedia di dalam tubuhnya, ARTINYA bisa disimpulkan sendiri apakah perlu media ini itu apakah perlu direndam apakah perlu dipupuk dll
    itu sebabnya benih yang hanya ditaruh dikapas basah saja bisa tumbuh

    Jika sudah mulai mengeluarkan akar dan daun maka di saat itu mulai membutuhkan unsur hara dan cahaya dan CO2 untuk bisa memasak sendiri. Media diperlukan karena untuk merangsang pertumbuhan akar supaya baik bentuknya dan sebagai tempat ditaruhnya unsur hara.
    Media bagaimana yang baik? apakah harus rockwool, apakah harus ini itu dll
    Media yang baik syaratnya, mampu menahan air dengan baik, steril, memudahkan pada saat pindah tanam (tidak memiliki resiko tinggi jika dicabut banyak akar yang putus akibat media terlalu padat)

    Tunggu kelanjutannya…
     
    Cara Pembibitan?

    1. Siapkan wadah berbahan plastik, bambu, atau apapun, boleh ada lubang atau tanpa lubang.
    2. Isi dengan media yang mampu menahan air namun strukturnya remah (arang sekam, pasir, rockwool dll)
    3. Basahi dengan air secukupnya jangan sampai menggenang
    4. Taburkan benih secara bergaris, secukupnya sesuai yang diperlukan dan usahakan jangan sampai bertumpuk
    5. Basahi benih (disiram/semprot perlahan)
    6. Letakkan di tempat kena cahaya sampai 14 hari
    7. Pisahkan bibit satu persatu ke tempat lain yang berisikan media yang sama, boleh ke plastik kecil atu ke wadah lain yang lebih besar
    8. Bisa mulai disiram nutrisi
    9. Setelah 21 hari bisa mulai dipindah ke alat hidroponik
    Selamat mencoba semoga sukses