Gara gara gambar bunga Wijajakusuma yang lagi mekar di Facebook oleh saudara sedangkan dirumah malah mati maka saya minta bibit darinya
Hal itu disanggupi dan saya terkejut ketika dalam hitungan setengah jam dia menilpun perihal tersedianya bibit untukku .. koq bisa .. sambil tertawa dia menjawab “gampang koq .. tancapkan daunnya saja ke tanah”
Wow … ini sesuatu yang baru bagiku karena selama ini kalau “batang dicantapkan ke tanah” sudah ku ketahui
 
 
 
Cara lengkap menanamnya:

  • Jika akan ditanam dalam pot, sebaiknya ia diberi media tanam campuran lumut Sphagnum, hancuran batang paku tiang, dan pasir bersih sedikit, seperti yang dipakai untuk menanam anggrek. Bibit dapat diperoleh dengan memotong cabangnya sebagai stek. Cabang yang pipih seperti daun berdaging tebal dan hijau itu dipotong sependek 15 cm, dan perlu ditunaskan dulu, tetapi tidak boleh di tempat yang lembap. Lagi pula perlu diangin-anginkan dulu di tempat teduh selama beberapa hari supaya kering lukanya. Barulah ditancapkan dengan pangkalnya terbenam hanya sedalam 2 cm (kalau terlalu dalam akan busuk). Sebelumnya lagi, pangkal stek ini perlu ditutulkan ke dalam serbuk belerang dulu, untuk mencegah bakteri pembusukan.
  •  
    Perihal pemupukan
     
    Pada Fase vegetatif yaitu periode pertumbuhan tanaman anggrek dari penyemaian sampai anggrek muda berikan Pupuk yang kaya akan unsur N, yaitu bahan utama penyusun protein yang sangat dibutuhkan dalam proses pembelahan sel

    Pada fase generatif bisa diberikan pupuk dengan unsur hara P yang lebih tinggi. Yang berfungsi untuk merangsang proses pembentukan bunga. Vitamin dan hormon pertumbuhan juga bisa Anda tambahkan

    Waktu yang tepat melakukan pemupukan adalah saat dimana mulut daun sedang terbuka, yaitu jam 08.00 – 10.00 dan atau jam 15.00 – 17.00. Sehingga proses penyerapan makanan berlangsung lebih cepat.
     

  • Sesudah berakar, yang dapat dilihat tandanya berupa tunas cabang yang muncul segar, stek dipindah ke dalam pot berisi media tanam anggrek. Ia hidup senang kalau akarnya berdesak-desakan. Jadi pot yang dipilih untuknya sebaiknya yang kecil.
  • Pot berisi akar ini perlu diberi kesempatan mengering dulu, sebelum disirami air berikutnya. Harus ada masa kering yang cukup di antara saat-saat penyiraman itu. Kalau tidak, akar akan busuk.
  • Karena asalnya dari hutan belantara tropis yang teduh di Amerika Selatan, ia pun minta lingkungan yang ternaungi dari sengatan matahari terik…. menghadap matahari terbit ..
  • Ketika masih kecil, tanaman boleh saja dibiarkan hidup tegak tanpa sesuatu penopang. Tetapi kalau sudah besar, dan batangnya makin berat, ia perlu diberi perkuatan. Misalnya, potnya dimasukkan ke dalam guci keramik yang lebih besar. Atau didekatkan pada terali, tiang pergola, atau tembok. Kalau tidak, batangnya yang berat akan patah pangkalnya.
  •  
    Masa Berbunga


     
    Berbunganya setahun sekali yaitu pada pada musim hujan. Jadi menjelang musim bunga itu tanaman sebaiknya diberi pupuk seperti yang dipakai untuk anggrek, agar rajin berbunga. Meskipun berbunganya pada waktu malam (jam 24:00 … siap siap bergadang ..sambil dengar nyanyian Capres RhOma Irama ..he…he..), tanaman perlu diberi cahaya matahari ekstra pada siang harinya, agar lebih giat berfotosintesis, untuk merangsang pembukaan kuncup bunga. Di luar musim bunga, ia mogok. Jadipercuma diberi pupuk dan obat perangsang yang lain.
     
    Sumber:
    Dwi Ernadi Arif Antono – Pipit
    https://sites.google.com/site/nuansabunga/bunga-langka/wijayakusuma/bunga-malam
    http://www.tdwclub.com/showthread.php?810-5-Cara-Merawat-Tanaman-Hias-Bunga-Anggrek