Melanjutkan pembahasan https://intranet2012.wordpress.com/2012/04/26/islam-merah-dan-islam-putih/ maka sekarang para ex anggauta Serikat Dagang Islam berseberangan satu sama lain liwat partai politiknya masing masing.

Menjelang tahun 1965 suhu politik memanas … ada 2 kekuatan lokal serta 3 kekuatan luar yang mengadu kekuatan politik
 

  • Pihak I: Presiden SukarnoTNIBadan Pendukung Sukarnoisme .. yang diprakarsai


     
    Adam Malik

     
     
     
     
     
     
     
     

     
     
    BM Diah dan Sumantoro
     
     
     
     
     
     
     

     

  • Pihak II : PKI – Barisan Tani IndonesiaCGMILekraGerwaniSinpoHarian RakyatPemuda Rakyat
  •  

  • Pihak III : Amerika – USSR – Cina
  •  

    Indonesia menjadi medan kurusetra pertempuran CIAKGB Dinas Rahasia RRC

    Keadaan diperparah pula dengan Perang Dingin ditingkat dunia antara blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat dan Dunia Komunis yang terpecah antara Moscow dan Peking….
     
    Kenapa Bung Karno makin dekat ke PKI
     

  • Pemberontakan golongan Islam >> DI/TII
  • Pemberontakan golongan intelek/militer >> Permesta/PRRI
  • Dwi Kora
  • Usaha menggambil alih kedudukan Ketua Umum PKI
  •  

     
    Langkah pertama untuk menjinakan PKI adalah melalui konsep NASAKOM …Walaupun dapat menghindari PKI menjadi partai oposisi akan tetapi hal itu berakibat kepada pemberontakan golongan Islam dan Intelek/Militer yang anti Komunis
     
     
     
     
     
    Kruchev bertanya kepada Aidit: “Hey Aidit apakah kamu jakin kader kader PKI adalah Komunis/Atheis”

    Aidit menjawab : “Tentu kamerad”

    Kruchev sambil garuk garuk kepala :”Koq mereka mengunjungi mesjid, gereja?”

    Bung Karno: “Mereka kan dulu dinamakan Islam Abangan .. tak mungkin Atheis”
     
    Dikemudian hari konsep Nasakom tersebut menarik perhatian pihak Rusia untuk memberikan bantuan militer menunjang Dwikora

     
     
     

     
     

    Langkah berikutnya adalah konsep “Poros Peking – Jakarta serta Poros Jakarta-Phnompenh-Hanoi-Peking-Pyongyang “ yang bertujuan :

  • Menghadang kedekatan Aidit dengan PK.Cina tanpa membuat PK.Rusia berang
  • Mengingatkan blok Barat .. Malaysia .. perihal bahaya laten PKI serta bahaya dari Utara (Cina)
  • Meletakkan Korea Utara dan Vietnam (National-Komunis) sebagai buffer diantara Cina (Komu
     
     
     
    Untuk yang pertama maka usahanya berhasil akan tetapi untuk yang ke-2 dan ke-3 malah menjadi senjata makan tuan
     
     
    Menuju G30S
     
    Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Republik Indonesia dalam Rapat Paripurna ketiga tanggal 18 Mei 1963, Sidang kedua di Bandung menetapkan
     
    KETETAPAN
    MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT SEMENTARA
    REPUBLIK INDONESIA
    No. III/MPRS/1963
    TENTANG
    PENGANGKATAN PEMIMPIN BESAR REVOLUSI
    INDONESIA BUNG KARNO MENJADI
    PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SEUMUR HIDUP
     
    Dengan mengalirnya peralatan perang dari Rusia ke Indonesia maka dengan sendirinya PKI sangat mendukung operasi Dwi Kora
     

     
     
     
     

  • Setelah berhari-hari terjadi demo-demo di tanah air minta BPS dibubarkan. Puncaknya, pada 24 Pebruari 1965, Presiden Sukarno selaku Pangti ABRI dan Pemimpin Besar Revolusi (PBR) di hadapan massa yang memenuhi Istora Senayan memerintahkan, ”Bubarkan Semua Koran, Organiswasi dan alat-alat antek BPS.”

    Bung Karno menuduh BPS agen CIA (badan intelijen AS) — yang menggunakan ”Soekarnoisme” guna membunuh Sukarnoisme dan membunuh Sukarno. Pembubaran BPS itu dicanangkan dalam acara HUT PWI Pusat. Bung Karno juga menuduh BPS mendapat dana jutaan dolar AS dari CIA. Beberapa kawan saya yang korannya dituduh terlibat BPS dengan menyindir berkata, ”Kalau begitu gua kaya raya dong”.
    Sementara, Nyoto berkomentar, ”Tindakan Presiden memerintahkan membubarkan surat-surat kabar BPS sesuai dengan tuntutan revolusi

  •  
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
    Perang Dinas Rahasia
     

  • CIA undercover operation
  •  

     

  • Issue Dewan jendral
  • Sebelum dibubarkan, BPS sempat bersepakat dengan pimpinan AD (Yani,Parman, Sutoyo) untuk unjuk gigi kepada PKI dengan persiapan penyerbuan kantor Markas Besarnya di Kramat Raya. Sebelumnya issue Dewan Jendral dilontarkan pula, padahal kedua issue itu hanya isapan jempol belaka, suatu disinformasi untuk PKI
     

    Namun karena CIA menyoroti terus perkembangan Indonesia, maka analis CIA Chin menganggap kesemuanya itu benar kemudian ia menjualnya kepada RRC yang percaya 100% kepada analisis CIA dan langsung memerintahkan DN Aidit untuk kudeta.

    CIA tidak tahu ada musuh dalam selimut, Chin tertangkap belasan tahun kemudian sehingga mereka sendiri turut merasa kecolongan oleh kudeta PKI.
    ( Larry Chin, the CIA’s own top Chinese linguist, had been China’s top spy

    Subandrio dan BPI terkecoh pula
     
    Beberapa jendral yang pro Sukarno dan yang telah di brain washed PKI terkecoh pula

     
     

  • Dokumen Gilchrist (bahasa Inggris:Gilchrist document) adalah sebuah dokumen yang dahulu banyak dikutip surat khabar pada era tahun 1965 yang sering digunakan untuk mendukung argumen untuk keterlibatan blok Barat dalam penggulingan Soekarno di Indonesia
  • Kemudian hari, beberapa agen rahasia Ceko antara lain yang bernama Vladislav Bittman yang membelot pada tahun 1968 menyatakan bahwa biro agensinya yang melakukan memalsukan dokumen dan Bittman mengaku ikut bertanggung jawab untuk kampanye terhadap warga negara Amerika Serikat dan distributor film AS di Indonesia yang dekat dengan Soekarno yakni Bill Palmer.
     

  • “Palmer Operation” diluncurkan oleh biro inteligen Cheko ditahun 1964 sebagai sebuah kampain anti-American untuk membongkar hubungan diplomatik Indonesia-American . Menurut Bittman adalah Major Louda (atasannya), yang memberikan dokumen Gilchrist kepada duta Indonesia di Praha yang rupanya mempunyai hubungan dengan Louda.
  •  
    Pembreidelan Koran dan Partai Murba
     
    Hanya sehari setelah perintah Bung Karno, Departemen Penerangan melarang terbit 21 surat kabar yang memuat tulisan Sayuti Melik. Di antara koran-koran yang dibreidel adalah Berita Indonesia, Merdeka, Warta Berita, Indonesian Observer dan Suluh Massa.
     
     

    Sebelumnya, Bung Karno membubarkan Manikebu (Manifesto Kebudayaan) yang dicetuskan oleh HB Yassin dan Wiratmo Sukito untuk mengimbangi LEKRA-nya PKI. Manikebu difatwakan menjadi barang haram karena ”melemahkan revolusi”. Kemudian disusul dengan pembubaran Partai Murba, partai yang menjadi musuh utama PKI, setelah Masyumi dan PSI dibubarkan.

    Bagaimana hebatnya pertentangan ideologi kala itu juga terjadi di tubuh PNI. Ketika terjadi polemik soal Marhaenisme, yang dimenangkan kelompok Ali-Surahman, bahwa ‘Marhaenisme adalah Marxisme yang diterapkan di Indonesia’. Dan tersingkirlah Hardi SH dan Mohammad Isnaeni, dua tokoh PNI yang berseteru dengan Ali-Surahman. Hardi pernah menceritakan kepada saya, bahwa sebelum Bung Karno meninggal dunia, dia menemuinya. Bung Karno menyatakan kepadanya dia menyesal turut menyingkirkan Hardi cs, yang setelah Bung Karno jatuh tetap setia kepadanya.

    Kala itu, di kantor berita Antara sejak lama terjadi pertentangan antara kubu Djawoto dan Adam Malik. Djawoto, yang kemudian menjadi dubes di Beijing dan meninggal di negeri Belanda, sudah sejak lama berhaluan komunis dan waktu pemberontakan PKI di Madiun (1948) ia sudah menjadi anggota aktif Partai Sosialisnya Amir Syarifuddin.

     

  • Di hari ulang tahun PKI ke-45 ada seratus ribu yang datang ke stadion Bung Karno pada 23 Mei 1965. Mereka yang dijuluki semut merah yang berbaris memasuki stadion
  •  
    Akibat ke-2 hal tersebut diatas maka banyak orang yang menduga bahwa Presiden Sukarno memihak kubu Komunis
    Apakah hal itu benar…?
     
    Kalau diperhatikan dengan benar maka makna pembubaran Badan Pendukung Sukarnoisme adalah

    Aidit .. BPS dan Murba saya bubarkan … Sekarang kau berhadapan dengan Sukarno sendiri ..
     
    Pada pesta ulang tahun ke-45 PKI .. yang pada saat itu merupakan Partai Komunis no:3 terbesar di dunia setelah Rusia dan Cina, tampaklah photo Presiden Sukarno yang bukan anggauta Komunis terpajang disamping photo Lenin dan Marx .. tidak ada orang lain yang menyamainya ..
     
     
    Akibat perseteruan PK.Rusia dan PK.Cina
     
    Kalau diperhatikan dengan benar maka dipihak Komunis cq PK.Rusia kedudukan Sukarno sejajar dengan Lenin dan Marx … dengan kata lain Sukarno secara defacto dianggap ketua Partai sedangkan Aidit secara de Jure sebagai wakil..
     
    Boleh dikatakan bahwa PK.Rusia menang dalam perebutan pengaruh didunia komunis daripada PK.Cina >>> Aidit lebih condong ke PK.Cina dibawah pimpinan Mao Tse Tung
     
    Bung Karno telah membuktikan kata2 nya “PKI adalah urusanku” .. yaitu secara halus menyingkirkan/memperlemah pengaruh Aidit yang pro Peking dengan restu tidak langsung dari PK.Rusia
     
    Seandainya Presiden Sukarno berucap “kalian pilih Sukarno atau Aidit” maka pesta tersebut dapat berubah menjadi medan pertempuran sesama kader PKI
     
    Hal itu tidak dilakukan ke-1 karena tidak perlu dan ke-2 agar tidak menyinggung Moskow yang telah memberi bantuan militer berupa pesawat Mig-Tu-Tank2-Ak47 pada saat pembebasan Irian Barat serta belum tersingkirnya Aidit beserta Polit bironya
     
     
    Sudah tentu bagi Pihak Amerika keberadaan pihak Rusia dibelakang bung Karno secara tidak langsung merupakan “bahaya” untuk kepentingan Geo-politiknya pasca Sukarno di Asia


     
    … Perang di Vietnam belum selesai …yang menurut hemat saya adalah usaha untuk menghadang Cina cq.Mao Tse Tung menyebarkan pengaruhnya ke Asia Tenggara pasca Ho Chi Minh (Nasional-Komunis)..

     
     
     
     
     
     
     
     
     
    Akibat ulah Adventurisme anggauta Polit Biro
    Ketua : Aidit
    Pembina : Sjam (Kamaruzaman)- Pono
    Anggauta: Lukman – Nyoto

     
    Untuk memperbaiki citra PKI yang gagal melaksanakan AKSI-Bawah pada peristiwa madiun tahun 1948 maka Aidit getol mempromosikan AKSI-ATAS yang berujung pada G30S di bulan September 1965

    Sejak memenangkan perseteruan melawan Tan Ling Djie dan Alimin yang lebih mementingkan pengembangan Partai-Kader maka Aidit meneruskan pengembangan partai PKI menjadi Partai-Masa
    Hal itu disebabkan untuk selain unggul di dalam Parlemen mendapat pula dukungan masa masyarakat… Untuk urusan Parlemen memang Aidit berhasil akan tetapi urusan masa dia gagal … memang masa PKI berlipat ganda akan tetapi kebanyakan merupakan “buruh/pegawai kecil (yg tidak berani secara terang2an masuk PKI), golongan yang tak berpendidikan atau tidak mempunyai akses kekuasaan dan yang terpenting berbeda dengan anggauta Polit Biro merupakan “kawanan ternak” ..bodoh dan dapat dibeli dengan uang .. pejah gesang derek pimpinan…yang gampang runtuh apabila ke-2 faktor lenyap..

    Aidit terlambat membaca situasi bahwa AKSI-Bawah atau partai Masa tidak dapat menandingi wibawa bung Karno dan coba banting stir ke AKSI-Atas

    Pada akhirnya AKSI-ATAS menghasilkan 2 PKI yaitu Polit Biro yang Marxist kuat dan Kader yang ikut2an yang sesungguhnya tidak dipercayai penuh oleh Polit Biro sehingga kebanyakan kader kelas bawah terkejut dan tidak siap ketika G30S dilaksanakan dan mendengar pembunuhan para jendral, sehingga minim dukungan masa …

    Kesalahan ke-2 PKI tetap mempertahankan basis perlawanan seperti pada peristiwa Madiun yaitu di Semarang – Salatiga – Surakarta – Wonogiri

    Berbeda dengan Bung Karno .. masyarakat memujanya (baik kader PKI maupun non-PKI) .. dan tetap menjalankan sistim partai-kader .. dalam hal ini adalah dirinya sendiri..(Partai Tunggal) ..

     
    The Aftermatch – High Noon
     

     

  • G30S – Perselisihan antara Islam Putih Moderat/Progresip melawan Komunis berujung ke pada G30S pada akhirnya yang menelan banyak korban ..diperkirakan ada 1 juta jiwa yang melayang
    PS: Perihal angka angka maka bukan rahasia umum bahwa di Indonesia suka bersifat hyperbol … lebih besar dari aslinya..
  • Bahwa dunia Internasional tidak begitu mempersoalkan pembunuhan orang orang PKI adalah karena ulah kaum Komunis sendiri yang melakukan pembunuhan pembunuhan terhadap lawan politiknya:

  • Lenin – Stalin di Rusia
  • Mao Tse Tung di Cina
  • VietCong di Vietnam
  • Pol Pot di Kamboja
  •  

  • Bubarnya PKI
  •  

     
    Pada tanggal 12 Januari 1966, KAMI dan KAPPI memelopori kesatuan aksi yang tergabung dalam Front Pancasila mendatangi DPR-GR menuntut Tritura.
    Isi Tritura adalah:

  • Bubarkan PKI beserta ormas-ormasnya
  • Perombakan kabinet DWIKORA
  • Turunkan harga dan perbaiki sandang-pangan
  •  

  • Lengsernya bung Karno
  •  

    KETETAPAN
    MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT SEMENTARA
    REPUBLIK INDONESIA
    No. XVIII/MPRS/1966
    TENTANG
    PENINJAUAN KEMBALI KETETAPAN MPRS No.III/MPRS/1963

    DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
    MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT SEMENTARA
    REPUBLIK INDONESIA,
    Menimbang :
    a.Bahwa Undang-Undang Dasar 1945 tidak mengenal lembaga
    Presiden Seumur Hidup;
    b.Bahwa pengangkatan Presiden Seumur Hidup adalah prakarsa MPRS sendiri dan sama sekali bukan kehendak Presiden
    Sukarno;
    c. Bahwa kehendak Presiden Sukarno yang dinyatakan pada waktu menerima Ketetapan MPRS No. III/MPRS/1963, dan kemudian
    ditegaskan lagi dalam Pidato NAWAKSARA, agar pengangkatan
    tersebut dinilai kembali oleh MPR hasil pemilihan umum, mengandung suasana kebatinan keberatan beliau terhadap
    pengangkatan tersebut;
    d. Bahwa pengangkatan tersebut harus merupakan tanggung-jawab MPRS sendiri, dan tidak tepat jika pertangungan-jawab dibebankan pada MPR hasil pemilihan
    umum;
    e. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut diatas,perlu meninjau kembali Pengangkatan Presiden Seumur Hidup seperti ditetapkan
    dalam Ketetapan

    Ketetapan ini mulai berlaku pada hari ditetapkan.
    Ditetapkan di : Jakarta
    Pada tanggal : 5 Juli 1966.
     

  • Pemunculan Maj.Jen.Suharto sebagai Presiden RI .. surat perintah Sebelas Maret
  •  

    Mayor Jendral Soeharto mengutus tiga orang perwira tinggi (AD) ke Bogor untuk menemui Presiden Soekarno di Istana Bogor yakni Brigadir Jendral M. Jusuf, Brigadir Jendral Amirmachmud dan Brigadir Jendral Basuki Rahmat

    Menurut kesaksian salah satu pengawal kepresidenan di Istana Bogor, Letnan Satu (lettu) Sukardjo Wilardjito, ketika pengakuannya ditulis di berbagai media massa setelah Reformasi 1998 yang juga menandakan berakhirnya Orde Baru dan pemerintahan Presiden Soeharto. Dia menyatakan bahwa perwira tinggi yang hadir ke Istana Bogor pada malam hari tanggal 11 Maret 1966 pukul 01.00 dinihari waktu setempat bukan tiga perwira melainkan empat orang perwira yakni ikutnya Brigadir jendral (Brigjen) M. Panggabean. Bahkan pada saat peristiwa Supersemar Brigjen M. Jusuf membawa map berlogo Markas Besar AD berwarna merah jambu serta Brigjen M. Pangabean dan Brigjen Basuki Rahmat menodongkan pistol kearah Presiden Soekarno dan memaksa agar Presiden Soekarno menandatangani surat itu yang menurutnya itulah Surat Perintah Sebelas Maret yang tidak jelas apa isinya. Lettu Sukardjo yang saat itu bertugas mengawal presiden, juga membalas menodongkan pistol ke arah para jenderal namun Presiden Soekarno memerintahkan Soekardjo untuk menurunkan pistolnya dan menyarungkannya.

    Beberapa kalangan meragukan kesaksian Soekardjo Wilardjito itu, bahkan salah satu pelaku sejarah supersemar itu, Jendral (Purn) M. Jusuf, serta Jendral (purn) M Panggabean membantah peristiwa itu.
     

     
    Korban Di pihak TNI :
     
    7 Korban kebiadaban PKI disiksa dan dibunuh tanggal 1 oktober 1965 ditemukan pada sumur tua di daerah lubang buaya jakarta timur. Setiap tanggal 1 oktober diperingati sebagai hari kesaktian pancasila.

    Nama-nama pahlawan revolusi :
    1. Ahmad Yani, Jend. Anumerta
    2. Donald Ifak Panjaitan, Mayjen. Anumerta
    3. M.T. Haryono, Letjen. Anumerta
    4. Piere Tendean, Kapten CZI Anumerta
    5. Siswono Parman, Letjen. Anumerta
    6. Suprapto, Letjen. Anumerta
    7. Sutoyo Siswomiharjo, Mayjen. Anumerta

    Korban tewas lain peristiwa G 30S PKI :
    1. Katamso Dharmokusumo, Brigjen. Anumerta
    2. Sugiyono Mangunwiyoto, Kolonel. Anumerta
    3. Karel Sasuit Tubun, AIP II
    4. Ade Irma Suryani Nasution putri Jend. A.H. Nasution
     

     
    Baca pula

  • Pembersihan jendral pasca G30S
  • Post Mortem G30S
  • Siapa sebenarnya Soeharto
  •