10 Jurus dasar gerak sebanyak 15 langkah
 
 
 
Ilmu Satria Nusantara dapat diuraikan dari kata SATRIA, yang terdiri dari kata SAT = Enam, TRI = Tiga dan A = YA = DAYA = kekuatan. Dalam perguruan ini diusahakan mengembangkan enam indera manusia dengan tiga kekuatan yaitu :

Kekuatan Fisisk, dilatih dengan gerak/jurus tertentu

Kekuatan Batien, dilatih dengan pernafasan terentu

Kekuatan Iman, dilatih dengan dzikir khofi/hati, Laa illaaha illallah.

Jadi disini yang ada hanya jurus, nafas dan dzikir hati Laa illaaha illallah, tidak ada yang lain lagi, tidak ada susuk, jimat, puasa mutih, pati geni, ngebleng, dsb
 
Tujuan
 

  • Latihan ini ibaratnya anda seperti melakukan “Tune-UP” bathin serta “Spooring” kaki serta panca indra dan organ tubuh yang lain
  • ….Apa jakin tubuh tidak miring, bahu tinggi sebelah, apakah mata tidak juling…. dll ?
  • Lihat saja telapak sepatu anda…..apakah “tumit sepatu” atau bagian lainnya tidak miring atau lebih aus dari bagian lainya
  • Menyembuhkan kendala kesehatan
  •  
    Posisi siap … ke-2 kaki gaya kuda2 dan ke-2 tangan lurus kedepan telapak terbuka menghadap kedepan

     
     
     
     
     
    Tarik Napas …. Memberikan oksigin kepada darah sehingga bersifat basa

     
     
     
     
     
    Tahan Napas ….Setelah napas lama ditahan maka karbondioksida meningkat dalam darah, sehingga menjadi asam dan memacu reaksi organik dalam darah yang menghasilkan enerji.

    Kondisi biolistrik tubuh menjadi aktip.
     

     
     
     
     
     
     
    Gerak Jurus … Tenaga dan bioelistrik akan diarahkan ke seluruh organ, kelenjar dan jaringan tubuh sesuai dengan jurus yang dilakukan, sehingga supply memadai

    Timbulnya penyakit disebabkan supply bioeletrik ke organ, kelenjar dan jaringan tubuh mengalami gangguan sehingga tidak memadai
     
     


     
     
     
     
     
    Keluarkan Napas
     
     
    Manfaatnya apa….?
     
    Meningkatkan derajat kesehatan fisik berupa normalnya fungsi organ dan kesehatan mental

     

    Fungsi organ

  • Tekanan napas dibawah perut mempersempit ruang perut dan menghasilkan tekanan yang besar yang mengakibatkan keluarnya kotoran kotoran yang selama ini berada dalam organ organ seperti batu ginjal, batu empedu dll…Khususnya terhadap pencernaan akan merupakan rangsangan mekanik yang akan memperbaiki gangguan perut kembung, susah buang air.
  • Tingkatkan kapasitas paru paru Napas yang lebih panjang dan dalam memberikan waktu dan oksigen yang cukup untuk membersihkan tubuh dari bahan bahan kotoran dan racun.
  • Sirkulasi darah dan cairan meningkat , sebaliknya kerja jantung semakin ringan
    Menghangatkan tubuh sehingga berkeringat
  • Memperkuat dan melatih organ organ sekitar perut seperti otot otot pernapasan pembantu yang diperlukan apabila terjadi kesulitan bernapas seperti pada penderita asma bronchial dan otot otot dinding perut
  •  

    Kesehatan mental

    Ada hubungan antara keadaan mental dan irama pernapasan. Apabila anda dalam keadaan stress, marah, cemas maka irama pernapasan akan bertambah cepat sampai tersenggal
     
     
    Jurus 1

    Pengolahan:

  • Pergelangan tangan
  • Generator antara ibu jari dan telunjuk
  • Kelenjar seksual
  • Kelenjar diketiak
  • Ginjal
  • Hati/lever
  • Lambung/Limpa
  • Sumsum tulang belakang
  •  

    Jurus 2

    Pengolahan

  • Kelenjar di ketiak
  • Pergelangan tangan
  • Paru paru
  • Jantung
  • Ginjal
  • Alat reproduks
  •  
    Jurus 3

    Pengolahan

  • Pergelangan tangan
  • Kelenjar diketiak
  • Paru paru
  • Jantung
  •  

    Jurus 4

    Pengolahan

  • Kelenjar Seksual
  • Kelenjar Adrenal
  • Kelenjar Timus
  • Kelenjar Tiroid
  • Kelenjar Hipofisa
  • Otak
  • Sumsum tulang belakang
  • Ginjal
  •  
    Jurus 5

    Pengolahan

  • Bagian pundak
  • Paru paru
  • Jantung
  • Kelenjar Timus
  • Kelenjar Adrenal
  • Alat pencernaan
  • Hati/liver
  • Empedu
  • Ginjal
  • Pinggang
  •  

    Jurus 5a

    Pengolahan

  • Memperbaiki kestabilan alat keseimbangan otak kecil, sehingga tidak mudah mual,pusing maupun mabuk kendaraan
  • Membantu sirkulasi cairan tubuh
  • Menghasilkan pemusatan tenaga
  •  
    Jurus 6

    Pengolahan

  • Ginjal
  • Kelenjar Adrenal
  • Limpa
  • Organ Kelamin
  •  

    Jurus 7

    Pengolahan

  • Bagian Pundak
  • Otak kecil
  • Kelenjar Timus
  • Kelenjar Adrenal
  • Pinggang
  • Empedu
  • Paru paru
  • Jantung
  • Hati/liver
  • Alat Pencernaan
  • Ginjal
  •  
    Jurus 8

    Pengolahan

  • Ginjal
  • Kelenjar Adrenal
  • Kelenjar Tiroid & Paratiroid
  • Limpa
  • Alat Pencernaan
  •  

    Jurus 9

    Pengolahan

  • Pundak & Bahu
  • Otak bagian belakang
  • Tulang belakang
  • Ginjal
  • Siku siku
  • Syaraf tangan
  • Kelenjar Hipofisa
  • Kelenjar Adrenal
  • Bagian dalam Telinga
  • Pusat control di tengkuk dan leher
  •  
    Jurus 10

    Pengolahan

  • Kelenjar hipotalamus
  • Kelenjar Hipofisa
  • Sumsum tulang belakang
  • Sekitar Pinggang, leher, Pundak, Tengkuk
  •  

    Pembahasan Tenaga Dalam oleh Sutan Batuah

    + Saya tidak yakin apakah tenaga dalam itu memang ada ? bisa dijelaskan ?

    -Semua itu tergantung dua hal , pertama keterbukaan pikiran anda untuk menerima hal baru Kedua apakah anda bersedia untuk mempraktekannya. Sebab tenaga dalam adalah ilmu praktek anda baru bisa mempercayainya setelah mempraktekan, merasakan sendiri bagaimana kekuatan tenaga dalam itu melemparkan atau membenturkan tubuh anda.

    + Anda mengatakan bahwa yang bisa meyakinkan kita ialah keterbukaan pikiran kita menerima hal yang baru. Apakah itu berarti bahwa tenaga dalam merupakan penemuan baru ? apakah pada zaman dahulu belum ada ilmu tenaga dalam ?

    -Tenaga dalam adalah istilah baru, tetapi tenaga dalamnya sendiri sudah ada sejak zaman dahulu kala. Jika kita membaca sejarah babat tanah jawa, kita ketahui bahwa tenaga dalam sudah ada sejak zaman raja-raja di Indonesia yang pada waktu itu namanya bukan tenaga dalam. Orang zaman itu menamakannya dengan istilah kesaktian, kadigdayan,linuwih, dll.. Tetapi sejak kaum terpelajar kita keranjingan metode ilmiah segala sesuatu yang berhubungan dengan kesaktian telah dianggap sebagai tahayul dan omong kosong karena diangap tidak masuk akal dan ilmiah. Oleh karena kita pada umumnya tidak mempercayai bahkan membuangnya , maka tidaklah keliru jika tenaga dalam dikatan sebagai suatu hal yang baru.

    SUMBER TENAGA DALAM.

    + Akhir akhir ini bermunculan puluhan mungkin juga ratusan perguruan, Lebaga,Yayasan Olah raga Seni Pernafasan tenaga dalam . Siapakah yang pertama kali menciptakan latihan tenaga dalam ? dan perguruan mana yang bisa dikatan sebagai sumber ilmu tersebut ?

    – Tidak ada data yang otentik siapa yang pertama kali menciptakan ilmu Tenaga Dalam

    -Tenaga dalam adalah istilah baru, tetapi tenaga dalamnya sendiri sudah ada sejak zaman dahulu kala. Jika kita membaca sejarah babat tanah jawa, kita ketahui bahwa tenaga dalam sudah ada sejak zaman raja-raja di Indonesia yang pada waktu itu namanya bukan tenaga dalam. Orang zaman itu menamakannya dengan istilah kesaktian, kadigdayan,linuwih, dll.. Tetapi sejak kaum terpelajar kita keranjingan metode ilmiah segala sesuatu yang berhubungan dengan kesaktian telah dianggap sebagai tahayul dan omong kosong karena diangap tidak masuk akal dan ilmiah. Oleh karena kita pada umumnya tidak mempercayai bahkan membuangnya , maka tidaklah keliru jika tenaga dalam dikatan sebagai suatu hal yang baru.

    Hal ini tidak akan diketahui sampai selamanya dikarenakan setiap perguruan mempunyai sejarah yang berbeda dan masing masing mengklaim bahwa perguruannyalah yang paling tua dan baik. Hal serupa juga terjadi dikalangan perguruan beladiri seperti kung fu, karate, pencak silat, untuk mengetahui perguruan mana yang layak disebut sebagai sumber tenaga dalam diperlukan penelitian dan menghargai kebenaran sejarah.

    APAKAH MANFAAT TENAGA DALAM BAGI KEHIDUPAN MODERN ?
     
    + Orang berbondong bondong belajar tenaga dalam, tidak ketinggalan para pejabat, cerdik pandai apakah yang mereka harapkan dari tenaga dalam ? bukankah tenaga dalam hanya suatu ilmu untuk bela diri ?

    Pada awalnya memang ilmu tenaga dalam digunakan hanya untuk bela diri, tetapi setelah dikembangkan ternyata dapat dipergunakan untuk memecahkan berbagai macam problema dalam kehidupan masyarakat modern. Seperti berikut ;

    Bisa dipergunakan untuk bela diri jarak jauh,melempar musuh tanpa harus menyentuh, yang sangat tepat untuk menghadapi musuh/penjahat yang menyerang dengan mengunakan senjata tajam.

    Meningkatkan derajat kesehatan terutama bagi yang menjalankan latihan secara rutin.

    Guna menyembuhkan orang sakit secara individu. Maupun massal.

    Untuk menghadapi serangan santet/ilmu hitam

    Memagar rumah, harta benda dari pencurian, kejahatan

    Sehingga banyak menarik minat kalangan masyarakat modern untuk mempelajarinya.
     
    To : Sutan Batuah

    From : arema@bayside.net

    At 01:21 PM 3/2/98 +0700, you wrote:

    Salam untuk saudara Sutan Batuah,

    Saya tidak tahu apakah anda sudah membaca secara lengkap posting saya di APAKABAR (terpotong sebagian) maupun Newsgroup ACI dan SCI (dalam 3 bagian). Karena pertanyaan anda juga serupa dengan sejumlah pertanyaan kepada saya. Namun baiklah saya kirimkan beberapa jawaban saya dalam diskusi masalah Tenaga Dalam ini,semoga dapat membawa manfaat untuk anda.
     
    Salam …
     

    > From: Sutan Batuah To : arema@bayside.net (AR)

    SB -Diskusi mengenai tenaga dalam cukup menarik bagi saya dibawah ini saya ada beberapa pertanyaan mungkin mas arema bisa menjawabnya. saya tunggu lho reply dari anda…Pembicaraan di jalur internet ini mengenai tenaga dalam yang diposting melalui apakabar sangat menarik .Saya juga salah satu pengemar ilmu tenaga dalam dari sebuah perguruan yang ada di nusantara ini. > Gini loh mas yang saya ingin tanyakan gimana apakah mungkin manusia belajar/diisi hanya dalam tempo 15 menit bisa mempunyai tenaga dalam yang permanent. ?

    AR -Tenaga dalam itu sudah ada sebagai energi murni / potensial sejak anda dilahirkan baik sebagai manusia sempurna maupun cacat, masalahnya perlu cara untuk bisa ‘menguasai’nya, dan itu dibutuhkan latihan yang sebenarnya tidak bisa dibilang mudah. kalau bisa kita ngak usah capek2 latihan pasti banyak orang yang berminat….. ha haa

    Hahaha, mana ada hal di dunia ini yang nggak pake USAHA ? Pasang lotere aja musti pake nebak2, ramal2 atau ke mbah dukun dulu baru pasang … inikan namanya juga usaha ? Hehehe, bahkan mau tidur aja juga musti pake usaha : pasang obat nyamuk kek, make selimut atau kipas angin ???

    Untuk menekuni latihan tenaga dalam biasanya kita harus mengikuti latihan dasar yang dilakukan berturut turut beberapa hari baru dan ditutup dengan di-isi/di ajust dll istilahnya. dan kita baru diterima menjadi warga/anggota perguruan tersebut.

    SB – Gimana mas bisa ngak latihan dasar ini di ikuti dengan tidak berurutan harinya ? misal nya latihan 2 kali seminggu. itu dulu pertanyaan dari saya sebagai awal perkenalan

    AR – di persilahkan baca penjelasan saya berikut ini …

    Berapa lama kita harus latihan ? Berurutan atau tidak ? itu tergantung metode yang dipakai sang guru, tiap guru punya resep dan kunci sendiri begitu juga setiap murid punya karakteristik yang berbeda terhadap metode2 tersebut : artinya bisa cocok bisa kagak, ada yang pas ada juga yang meleset sama sekali … nah tergantung guru, beliau jeli nggak melihat keistimewaan masing2 muridnya. Kalo muridnya banyak di berbagai daerah yah pelatih senior / pendekar yang mesti menggantikan tugas ‘pengamatan dan pembinaan’ tsb. Namun logikanya ilmu itu makin ke bawah makin hambar … jadi silahkan pikir sendiri !
     
    >Assalamualaikum wr wb

    Waalaikum salam Wr. Wb.

    SB -Saya ikut ilmu pernafasan Satria Nusantara sudah lebih dua tahun dan kalau tingkatan di SN saya sudah P8 tapi terus terang saja sampai sekarang ini untuk kepekaan boleh dibilang belum ada, yah kalo cuma telapak tangan di renggangin atau di tepuk2kan tanpa beradu sih terasa anget atau kadang kesemutan, nah untuk pembuktian saya sudah sampai seberapa besar tenaganya gimana caranya ??.

    AR – Kunci penguasaan tenaga dalam salah satunya adalah konsentrasi selain metode / teknik olah pernafasan. Akan saya coba jelaskan lebih dalam :Melihat ‘kasus’ anda, bisa dibilang anda sudah mampu membangkitkan tenaga dalam anda … walaupun masih belum mampu ‘merasakan’. Seberapa kuat tenaga dalam anda saat ini tidak seorangpun yang tahu karena energi tidak memiliki batas, yang bisa anda ukur hanyalah akibat dari penggunaan energi itu. Kalo anda bisa menjebol tembok dengan tangan kosong maka orang hanya bisa menduga berapa kg. tenaga yang dibutuhkan untuk melakukan hal itu – SATU HAL SAJA – sedang berapa banyak kekuatan yang anda miliki seluruhnya TIDAK DIKETAHUI.

     
    Kikir patah dengan tenaga dalam ?

    Siapa tahu saat melakukan itu anda bahkan tidak meneteskan satu biji keringatpun atau malah sudah abis2an. NOBODY KNOWS, yang jelas tenaga dalam adalah energi murni potensial yang siap sewaktu2 dipergunakan kalau diperlukan. Tidak usah susah2 berlatih, dalam keadaan kepepet dan nggak sadar bisa saja energi itu muncul . Apalagi anda sudah melatih / membangkitkannya, minimal kemungkinan energi itu dimanfaatkan semakin besar. Namun karena anda belum mampu ‘merasakan’ dan ‘mengendalikannya’ maka anda tidak bisa menyalurkannya sesuai ‘keperluan’ yang dikehendaki. Pada dasarnya membangkitkan tenaga dalam dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, banyak metode mampu mewujudkannya hanya dalam beberapa ‘langkah jurus dasar’ saja – ini bisa berarti hanya beberapa menit latihan – namun pada tahap ini anda tidak menyadarinya (belum bisa merasakan). hanya guru atau pelatih yang bisa ‘membaca’ untuk selanjutnya menetapkan ‘porsi latihan’ yang sesuai dengan ‘kapasitas wadah’ anda.

    Tingkatan jurus dasar bisanya berupa satu gerakan atau satu seri gerakan fisik yang berfungsi melatih / menekan aktifitas otot perut, jonjot2 / solar plexus dan sirkulasi darah / stabilisasi ritme jantung sehingga ‘volumenya’ bertambah. Diikuti metode pernafasan tertentu (intinya adalah pernafasan perut dan meningkatkan VO2MAX paru2), gerakan2 yang bersifat monoton, ritmik itu akan memaksa anda untuk berkonsentrasi pada satu hal saja yaitu gerak jurus dan pernafasan serta ‘merasakan aktifitas’ di dalam tubuh anda : sirkulasi darah (efek langsung latihan ini adalah keteraturan – sinkronisasi, efektifitas dan efisiensi fungsi nafas dan jantung – berakibat pada kelancaran sirkulasi darah) dan arus energi yang mengumpul di sekitar pusar. Pada tingkat lanjut anda akan memiliki kemampuan untuk tidak hanya merasakan namun juga mengendalikan (mengumpulkan tenaga disekitar perut, mengalirkan keseluruh tubuh, keluar tubuh dsb.) Dan pada tingkat warga (menjadi murid penuh – anggota dalam lingkaran perguruan) baru anda akan diberi kunci2 / teknik2 dan kemampuan untuk memanfaatkan energi tsb. sesuai dengan keperluan2 tertentu … Pada tingkat puncak biasanya anda akan diberikan rahasia2 terdalam perguruan, diberi hak melatih dan mengembangkan ilmu bahkan diijinkan berguru pada pihak2 lain yang relevan dan tidak bertentangan dengan perguruan.

    Jurus dasar bertujuan ‘mengumpulkan / membentuk himpunan tenaga dalam dasar’ anda pada satu wadah (solar plexus) – seluruh koordinasi dan pengendalian dipusatkan dan dilakukan dari sini, Kenapa solar plexus ? Karena wilayah sekitar pusar memiliki jaringan sel, otot dan fungsi faal tubuh yang terbanyak berkumpul dibanding daerah tubuh lainnya serta serta sirkulasi darah terbesar berlangsung – ibarat gudang penyimpanan, wilayah perut adalah yang terbesar dan terluas kapasitasnya. Dari wilayah perut ini pula transformasi energi (dari makanan) berlangsung – ingat kalo habis makan anda mengantuk karena sebagian besar sirkulasi darah (termasuk yang diotak) ditarik ketempat ini – antri untuk mendistribusikan hasil pengolahan nutrisi makanan. Sedangkan bagi tubuh nutrisi inilah ‘bahan kasarnya’ energi … Alasan lain yang mungkin agak aneh adalah : kalo dipusatkan / disimpan di tempat lain, tangan misalnya atau kaki maka tidak ada koordinasi gerak tubuh manusia yang secara langsung terfokus pada tempat tersebut, alias akan susah melatihnya. Kalau manusia beraktifitas tangan atau kaki hanya dipakai jika diperlukan, sebaliknya mana ada gerakan tubuh manusia yang tidak melibatkan perut ? Tidur sekalipun … bukankah wilayah perut adalah pusat gerakan motorik tubuh : anda menengadah, perut ikut, melangkah ikut, demikian pula duduk. Lagipula perut adalah titik tengah (center) bagi titik2 lain diseluruh tubuh, kalo perut menjadi gudang energi adalah tepat karena energi dapat disalurkan keseluruh tubuh dengan cepat – jaraknya relatif sama, dari perut ke kepala – tangan – kaki dst. Bagaimana pula dengan orang cacat tangan / kaki, apa bisa mengolah tenaga dalam … lha kalo di perut (nggak mungkin orang nggak punya perut – kalo iya pasti nggak hidup) orang invalid sekalipun masih memiliki peluang untuk membangkitkan tenaga dalam. Sejalan dengan latihan jurus dasar / awal /pertama diharapkan kemampuan anda untuk berkonsentrasi juga meningkat dan sedikit demi sedikit tingkat kepekaan juga bertambah. Gerak ritmik, monoton itu akan melatih dan merangsang fungsi syaraf tulang belakang dan otak untuk selalu ‘mengikuti’ rutinitas latihan itu – berarti latihan konsentrasi. Coba bandingkan dengan hipnotis, kondisi terhipnotis (mirip dengan konsentrasi) dicapai dengan pemusatan perhatian pada satu gerak ritmik monoton yang berulang2 / terus menerus.

    Kemudian gerakan dan ritme nafas diubah pada jurus berikutnya sehingga syaraf dan otak menyesuaikan dengan pola baru tersebut, demikian berulang2 hingga satu seri jurus dasar diselesaikan. Dengan demikian konsentrasi anda akan dilatih dalam beberapa kondisi, tinggal dengan ‘jurus’ yang mana anda paling cocok untuk berlatih konsentrasi – minimal setiap orang akan sesuai dengan salah satunya, karena itu jurus dasar biasanya dilatih agak lama bahkan diulang2 – baru dilanjutkan dengan jurus2 lanjutan. Selain agar himpunan tenaga murni yang anda kumpulkan selama latihan ‘memenuhi syarat standar’ dan sederajat dengan rekan2 seangkatan juga agar konsentrasi dan ‘kepekaan’ anda makin tajam.

    Pada tahap ini seharusnya anda sudah bisa merasakan adanya aktifitas energi disekitar pusar ‘yang tidak biasa’, rasa panas dan reaksi2 magnetis (saling menarik dengan sesama rekan, terlontar akibat dorongan tenaga balik dsb.) adalah ‘gejala merasakan’ yang paling umum. Dan setelah ‘disempurnakan / dilantik / diijazahi / dibuka’ guru anda akan benar2 mampu mengendalikan sepenuhnya sirkulasi energi tersebut, mau dialirkan ke tangan, kaki, kepala maupun ke benda2 dan orang lain. Hanya saja anda masih sebatas ‘menyalurkan’ dan belum bisa ‘memfungsikan’ energi tersebut untuk tujuan2 tertentu.
     

     
    Penyempurnaan hasil latihan oleh guru

    Penyempurnaan oleh guru pada prinsipnya adalah proses ‘pengumpulan’ tenaga murni anda yang sebagian masih tersebar ke tempat (wadah) yang benar yaitui disekitar solar plexus alias diletakkan pada ‘kantong’ yang sesuai sehingga memudahkan koordinasinya. Yang kedua adalah proses ‘pembersihan / pembukaan’ semua saluran2 energi diseluruh tubuh yang masih terhambat karena sebab2 tertentu (latihan gerak yang tidak benar, adanya penyakit2 tertentu maupun ‘kurangnya himpunan yang dimiliki’ – dalam hal terakhir biasanya guru akan memberi ‘hadiah’ tenaga tambahan).

    Bagaimana ini terjadi ? Bayangkan bahwa guru adalah sebuah magnet yang besar dan anda (murid) juga magnet namun kecil, dengan ‘menggosokkan’ dirinya kepada anda maka daya magnetis anda akan bertambah dan berkumpul pada satu titik. Dengan cara demikian maka setiap murid akan mempunyai ‘standar’ yang sama untuk melanjutkan ‘pendidikan’ ke tahap berikutnya.

    Selain memudahkan anda untuk lebih ‘memahami, mengenali dan merasakan’ juga akan sangat membantu para pelatih pada tahap latihan berikutnya.

    Barulah setelah itu, pada tahap selanjutnya anda akan mampu mengendalikan, merasakan serta bisa mengenali fungsi masing2 jurus. Anda harus mengulang2 latihan ini sampai mampu merasakan sebelum mengikuti tahapan selanjutnya – kalo memaksa percuma, nggak bermanfaat karena nggak tau / nggak merasakan jurus2 berikutnya itu berfungsi sebagai apa : penyembuhan, perlindungan, penyerangan maupun mengukur / mendeteksi kekuatan lain – diri sendiri … dsb. Yang sering / biasanya terjadi adalah : karena banyaknya murid, tidak sempat pelatih memperhatikan atau membimbing satu persatu sehingga kalo anda ‘tertinggal’ dari yang lain itu sudah resiko dan ‘seleksi alam’ namun mereka juga tidak bisa mengeluarkan anda begitu saja sampai anda bosan berusaha sendiri dan mundur dengan sendirinya karena merasa nggak ada kemajuan berarti padahal kayaknya rekan2 seangkatan sudah pada ‘melejit’. Kalaupun ada yang nekat melanjutkan, gengsi atau sudah terlanjur ‘nyombong’ sebelumnya akan membohongi diri sendiri dengan pura2 bisa atau mulai melakukan penyimpangan2 agar bisa ‘menutup kekurangannya’ di mata rekan2 dan pelatih. Bahkan ada yang sampai rela pura2 kesurupan atau punya piaraan / kawan jin tertentu entah karena diwarisi embah yang barusan meninggal, berguru dilain tempat dsb. Inilah bahayanya … bahwa ‘gilanya orang meguru’ itu seringkali bukan karena ‘tak kuat ilmu’ atau mendadak bisa liat gendruwo namun karena frustasi dan berulah sendiri yang aneh2.

    Pada tahap dasar efek secara psikologis dan fisik telah bisa dilihat pada diri anda walaupun anda ‘tidak peka’ terhadapnya. Efek psikologis dapat diterangkan : rasa damai, tenteram, tenang, tidak emosional / temperamental, berpikir lebih jernih, perhatian pada sekelilingnya, bahkan mungkin menjadi lebih alim adalah gejala umum yang terjadi. Mengapa bisa begitu ? Tidak lain adalah karena anda telah terbiasa berkonsentrasi dan mengikuti suatu hal rutinitas / monoton yang rekreatif / menyenangkan … ini tidak sama dengan aktifitas rutin / monoton seperti pekerjaan yang bersifat ‘beban’, memacu emosi sehingga berakibat sebaliknya : depresi dan stress. Efek yang sama dapat anda peroleh bila mendalami ritual ibadah keagamaan, sholat, mengaji, puasa sunnah dsb. secara serius dan khusuk. Ibadah adalah bentuk lain dari latihan konsentrasi yang melibatkan olah fisik juga, amati bahwa ritual ibadah juga bersifat monoton, ritmik dan berpengaruh mendalam pernafasan, sirkulasi darah dsb. apalagi terhadap psikologis seseorang !

    Efek fisik secara umum adalah kebugaran, hilangnya penyakit2 ringan (pusing, pegal2, mudah lelah dsb.) serta berkurangnya penderitaan dan gejala2 ‘penyakit dalam’ seperti kolesterol, asam urat, diabetes, darah tinggi, jantung, maag, lever, ginjal dan asma. Ilmu kedokteran menjelaskan sumber2 penyebab penyakit ini adalah pola makan, istirahat dan gaya hidup yang salah, tidak / jarang berolahraga / bergerak dan stress / depresi ditambah beberapa sebab alergi.

    Latihan Olah Pernafasan tenaga dalam pada intinya adalah OLAH RAGA SEDERHANA yang bersifat ‘fun’ dan mengajarkan disiplin serta keteraturan, dua hal yang sudah menyelesaikan 50% kasus ‘penyakit2’ berat diatas. Latihan ini sangat tepat karena tubuh anda ‘diajari’ untuk ‘menerima segala sesuatunya secara proposional sesuai kebutuhan dan kapasitas yang dimiliki’, kalo kurang akan terus berusaha menambahnya, kalo sudah cukup akan berhenti dan kalo berlebih tubuh anda akan menolaknya. Ini sudah berjalan otomatis karena dengan latihan tenaga dalam mulai dari tingkat sel, jaringan hingga sirkulasi darah telah ‘dipaksa’ dan diset / disetel untuk bekerja dengan ‘standar’ yang sama di semua lini sesuai fungsi masing2. Bahkan orang2 yang kecanduan obat, narkotika dan alkohol (junkies) bisa berhenti total dari ketergantungannya setelah berlatih rutin kira2 satu sirkulasi pergantian sel tubuh (3 bulan). Kok bisa ?

    Ya, sangat logis : sel2 tubuh yang tergantung pada barang2 haram itu telah diganti dengan sel2 baru yang sehat dan memiliki ‘antibodi’ terhadap hal2 negatif tsb. (tentu pembuatan ‘antibodi’ ini perlu campur tangan guru yang bisa mengeset tenaga murni ybs. sebagai ‘penangkal’). Kalau si penderita masih coba2 mengulangi tabiat buruknya setelah berlatih sekian lama, secara otomatis tubuhnya akan langsung menolak kehadiran barang2 laknat tsb. ! (saya kira anda sering mendengar cerita semacam ini) Secara drastis pola makan akan berubah menjadi lebih sehat, mampu beristirahat secara berkualitas dan gaya hidup menjadi bersahaja karena secara psikologis anda juga mengalami perubahan. Dua hal yang saling mendukung dan bisa dirasakan secara nyata oleh siapapun disekitar anda, bahkan oleh orang lain yang tidak memahami tenaga dalam.

    Kalau anda telah mengalami efek2 psikologis dan fisik di atas dan kerabat2 terdekat anda memberi komentar ‘positif’ terhadap anda seperti : tambah segar, langsing, ceria dsb. Apalagi dokter menyatakan surprise atas recovery penyakit menahun anda … adalah bukti kongkrit bahwa tenaga dalam telah ‘beraksi’ dalam tubuh anda, minimal latihan tersebut bermanfaat secara langsung terhadap diri anda. Lebih simpel lagi pandanglah ini secara positif tidak lebih sebagai OLAH RAGA yang menghibur sambil melestarikan budaya bangsa, NGGAK USAH MENCARI2 HAL2 YANG TIDAK MUNGKIN TERCAPAI DAN BESAR KEMUNGKINANNYA MALAH TIDAK BERMANFAAT UNTUK ANDA !