Apakah yang dapat dinamakan sebilah keris itu?
 
 
 

 
 
 
Keris ber-dapur Jalak Buda yang diperkirakan dibuat pada abad ke-6.
Diperkirakan bahwa keris mulai dibuat di Jawa pada abad ke 6&7 Masehi dikenal dengan nama keris Buda….. bentuknya sederhana dan termasuk “tanpa luk” panjangnya 16-18 cm dibuat oleh Nyi Sombro Pajajaran
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Ada 2 macam bentuk Keris yaitu:

     Dengan luk                              Tanpa luk


 
 
Cara membuatnya

Haruslah ditempa tidak boleh dicor dan paling sedikit terdiri dari 2 macam bahan yaitu besi – baja/nikel dan bahan meteorit. Keris yang berusia tua ( keris buda) hanya mengandung bahan meteorit. Keris keris modern tidak lagi mengandung bahan meteorit (diperkirakan jatuhnya sebuah meteor terakhir dilingkungan Prambanan adalah di abad ke 18 . Sisa meteor itu masih disimpan di keraton Surakarta dengan julukan Kanjeng Kiai Pamor …

Orang Jawa memang suka dengan hal hal gaib dan sering diluar akal dan mengkaitkannya dengan kenyataan hidup sehari hari .. dipercaya bahwa benda yang jatuh dari langit memiliki “tuah gaib” .. ditaruh ditempat khusus dan dikeramatkan sebagai pusaka


Keris dengan daya magisnya memang cerita lama meski kini masih ada sebagian orang yang meyakini tetap ada. Bahkan ritual mandi kembang tujuh warna pada malam-malam tertentu masih kita temui di berbagai pelosok Nusantara … ada yang setiap Jumat mengasapi dengan menyan

 
 
 
 
Menempanya pun harus dengan teknik “sapih” yaitu lempeng meteor harus dibungkus besi dalam sarung baru kemudian dipijar api arang kayu jati sampai lebih dari 1000 C agar tidak hancur berantakan. Itupun dengan resiko kegagalan 9 dari 10 kasus.

Harga besi meteor ditangan kolektor ( Jack Lacroix ) sekitar US$ 2 atau Rp 20.000 per gram dan sekitar 100 gram dapat dipakai untuk membuat 3 pamor keris. Dianjurkan agar memakai besi meteorit dari kategori kamasite atau kasar (contoh yang jatuh di Campo del Cielo Argentina) agar dapat menampilkan kristal dengan pola Widmanstaten yang lebih indah. Gradasi warnanya tak terduga dan akan lebih menarik daripada sekedar pola gemerlap datar dari bahan nikel…..Apakah pamor meteorit dapat diukir?
 
Info perihal meteor dapat di baca di

http://en.wikipedia.org/wiki/Meteorites_classification
 
 


 
Kalau diperhaikan maka selain bahan bahan yang dipergunakan cara pembuatan sebuah keris mirip dengan pembuatan sebuah pedang samurai/katana dari Jepang
 
 
 
 
Pamor = Mencampur dan menempa besi dan nikel sampai 64 lapisan, 125 lapis bagi yang medium dan 2000 lapis bagi yang bagus dan mengukirnya demikian rupa dengan mengandalkan perbedaan kontras antara bagian besi yang gelap dan nikel yang terang

Macam macam bentuk Pamor

  • Pamor Rekaan= bentuk pamor yang terencana dari mula
  • Pamor Tiban = bentuk yang tak terencana

 
 

Pamor Mlumah 

bila anda menyentuh permukaan bilah keris maka akan merasakan bahwa permukaannya rata/halus

Wos Wutah                                         Kulit Semangka


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pamor Miring

Bila anda menyentuh permukaan bilah keris maka akam merasakan permukaannya seperti ada banyak undakan (tidak rata/kasar)

Urab-Urab         Bulu Ayam


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Nama nama dari Bagian Bilah Keris
 
 

Pesi = simbol Lingga

Ganja= simbol Yoni yaitu simbol kesuburan, kemakmuran & kekuatan

Bentuk Ganja agak mengecil bermakna bahwa apapun kedudukan sosial seorang dia harus tunduk/menghormati Yang Maha Esa dan hasil penciptaannya

Greneng = Simbolisasi dari sebuah pemahaman rasa manusia yang letaknya di dalam dada. Orang Jawa menyiratkannya denganLandheping panyakrabawa, lantiping panggraita iku pangkat-pangkat. Gumantung ana ing titining ati sumaruna bangkit nyaring sarining sasmita.

Ketajaman olah rasa dengan prakiraan dan praduga serta ketajaman pikir itu bertahap dan bertingkat. Tergantung ketelatenan, ketelitian, kecermatan yang disertai olah rasa untuk menyaring inti sari tanda-tanda alam yang digelar di jagad raya ini. Ketajaman olah pikir dan olah rasa digambarkan secara tajam dalam Ri Pandan yang berada di ujung huruf Jawa Dha.Uniknya, huruf Dha ini kembar, berarti Dha-dha atau dada. Dalam konvensi agraris dada diibaratkan seluas samudera. Apapun diterima sebagai masukan yang berharga. Entah masukan jelek (kotor) maupun masukan baik (pitutur luhur). Lantaran semua itu diserap, dipilah dan dipilih untuk dijadikan pegangan hidup sehingga menjadikan manusia menjadi sempurna.
Meski kecil seperti thingil, tetapi manusia harus mampu mengedepankan rasa untuk hidup di dunia ini. Urip tanpa rasa kadya reca. Hidup tanpa nilai keindahan dan keagungan. Semua ini menuntut sebuah pembelajaran. Untuk menjadikan rasa manusia hidup itu harus belajar bahasa. Yen harsa mbeblesake rasa, den prayoga jajag-jajag kedhunge basa…Di sinilah arti sebuah tahap kehidupan manusia bahwa seorang manusia yang hidup harus belajar ‘tata basa’ kemudian ‘tata rasa’ dan akhirnya ‘tata brata’.

Kinatah & Ada ada

Merupakan dekorasi relief pada keris atau tombak

Apabila hiasan kinatah melebihi dari 1/3 bilah keris maka disebut Kinatah Kamoragan

Sebuah Contoh Kinatah lunglungan pada permukaan bilah keris dan kinantah gajah singa pada Ganja adalah

Pamor Dapur Nogo Siluman

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Gaman

Pegangan keris (gaman) memiliki bermacam macam motif. Bahannya juga macam macam seperti gading – tulang – logam – kayu.Keris Bali ada yang berbentuk patung penari, pertapa dan biasanya Selut dihiasi batu permata

 
 

Ladrang


 
 
Macam2 bentuk Ladrang

ladrang Bali

ladrang Solo
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Selain di Indonesia maka keberadaan keris dapat diketemui di Thailand, Filipina, Kamboja, Brunai Darussalam, Moro Philipina, Malaysia yaitu daerah bekas kekuasaan pengaruh kerajaan Majapahit
Panjang bilah Keris Jawa ada yang 33 s/d 38 cm.Di Filipina 64 cm