Kyai Boestam dilahirkan tahun 1681 di kampung Djoengki di Semarang.
Dari garis bapak maka beliau adalah keturunan Prabu Brawidjaja ke V & Kyai Ageng Giring.
Beliau gemar berkelana mencari ilmu di pesantren2 di Jawa & luar Jawa dan setelah merasa cukup kembali ke Semarang. Pada waktu itu di Semarang sudah ada VOC dan mereka membutuhkan sesorang yang mngerti sastra dan bahasa Belanda. Atas anjuran Bupati Semarang Kyai Adipati Soerohadimanggolo beliau diangkat sebagai sekretaris dan juru bahasa pembesar VOC pada tahun 1708. Pada tahun 1718 diangkat sebagai Absalah Assistent dan diberi nama tambahan Kertoboso.
Pada waktu itu terjadi pemberontakan di keraton Kartosuro yang dilakukan oleh saudara Susuhunan sendiri yang sakit hati yaitu BRM Mas Sahid (kelak bernama  Pangeran Mangkoenegoro Samber Nyowo) putra dari Pangeran Ario Mangkoenegoro yang diasingkan ke Sri Langka (Ceilon) tanpa diketahui kesalahannya.
Tahun berikutnya adik dari Susuhunan yaitu GRM.Soejono atau Pangeran Mangkoeboemi  (kelak bernama Hamengkubuwono I) memberontak dan menyingkir ke Sukowati dan bergabung dengan  BRM Mas Said untuk menyusun penyerangan.
Dalam peperangan ini yang juga dikenal dengan nama de 1st Javaanse Successie Oorlog Belanda berada dipihak Susuhunan. Usaha untuk meredakan peperangan selalu menemui jalan buntu.
Gubenur wilayah Jawa bagian pesisir Timur  yang juga anggauta Raad van Indie Nicolaas Harting menugaskan Kyai Boestam membawa surat kepada pihak pihak yang bertikai yang isinya (atas saran Kyai Boestam) pembagian kekuasaan & wilayah antara Mangkoeboemi dan Susuhunan dan Mangkoeboemi diangkat menjadi sultan Mataram. Setelah semua pihak setuju maka siapakah yang pantes ditunjuk untuk menyampaikan serta merudingkan usul perdamaian tersebut kepada Mangkoeboemi? Sebagai utusan orangnya harus berwibawa, menguasai hukum tata negara, kuat fisik serta penuh kebranian mengingat perjalanan harus meliwati hutan Alas Roban yang angker ditambah keraton P.Mangkoeboemi tidak diketahui letaknya.
serta prajurit prajurit P.Mangkoeboemi menguasai daerah sampai ke Jomblang dan tidak sembarang orang boleh masuk.
Kyai Boestamlah yang cocok dengan syarat syarat tersebut diatas dan diminta untuk melakukan tugas penyampaian surat tersebut .
Menyamar sebagai petani sampailah beliau ke diaman Demang Jetak dan darinya diketahui bahwa P.Mangkoeboemi ada di Giyanti didaerah Kedu. Setelah perdebatan yang alot untuk mendapat ijin ketemu dengan Mangkoeboemi dengan perajurit P.Mangkoeboemi maka akhirnya Kyai Boestam diantar oleh mereka ke P.Mangkoeboemi.

Berachirlah Perang Saudara dan atas jasanya P.Mangkoeboemi memberikan satu perangkat pakaian kebesaran dan sebilah keris pusaka bernama Kyai Juragan Anom.
yang kemudian diwariskan kepada putranya ke-10 yaitu Kyai Adipati Joedonegoro Bupati Lasem bertuah ” kaweco ingkang kanggenan pusoko duwung puniko manawi saged nyigah murko angkaraning hawa nafsu, bade mulyo gesangipun”.
Dari keraton Majapahit Kyai Boestam mempunyai keris karya Mpu Soepo Sedajoe bernama Kyai Sangoeloro yang diwariskan ke putra ke-1 yaitu Kyai Ngabehi Wongsodiredjo Patih Pekalongan yang selalu harus pada “waris pantjer djaler” dan jika keluar dari jalur maka sipemegang akan “manggih rubedo, utawi boten wilujeng”

Pada tahun 1743 VOC dibubarkan dan dijadikan Goevernement dari kerajaan Belanda dan beliau diangkat menjadi Jaksa Ageng Semarang dan diberi sebidang tanah yang dinamakan Kampung Boestaman.
Tahun 1755  beliau diangkat menjadi Onder Regent Semarang dengan gelar Ngabehi ing Terbojo
Pada tahun 1759 dalam usia 78 tahun Kyai Boestam Kertoboso tutup usia dan dikebumikan dimakam keluarga d Bergota Semarang.

Untuk melihat silsilah turunan Kyai Boestam Kertoboso silahkan berselancar ke

http://www.myheritage.com/FP/family-tree.php?s=30571451&familyTreeID=1&authenticate=ec3a51356cc1c4fae0b8286f6e909cf4bc1c968a-10175469

Mengingat bahwa keturunanya begitu banyak sampai mungkin tidak saya kenal  harap contact saya kalau masih trahnya Boestam Kertoboso
 

Silsilah Kyai Boestam Kertoboso


Prabu Brawidjaja V
arrow3
Djaran Panoleh (Adipati Pamekasan-Madura)
arrow3
Adji Tunggal
arrow3
Kyai Wonsonojo
arrow3
Kyai Boestam Kertoboso


1.Kyai Ngabehi Wongsodiredjo(Patih Pekalongan)
2.R.T.Kartodinagoro I (Bupati Batang)
3.Ki Martowijoyo (Demang Kaligawe)
4.R.A.Mangkudiporo (istri Patih Demak)
5.Ki Kartoboso II (Jaksa Agung Semarang)
6.Ki Prawirodirjo (Patih Demak)
7.Muh.Bustam (Penghulu)
8.Ki.Ng.Surodirjo (Patih Batang)
9.Nyai Ageng Sarif Alwi
10.Kyai Adipati Yudonegoro (Bupati Lasem)

 
Dari bagan singkat ini terlihatlah bahwa saya adalah hasil 3 keturunan putranya yaitu

                                               
 
Kyai Ng Soerodiredjo         Kyai Adipati Joedonegoro              Haji Agung Muh Boestam

Patih Batang                               Bupati Lasem
 
 

Serta Keraton Yogjakarta & Mangkunegara

Keraton-YogyakartaPura_Mangkunagaran01(2_Maret_2007)
 
 
Silsilah Reksohadiprodjo
 
         

               RM.Reksohadiprodjo                                                                R.Soeftandar Boestam

 
 

                                                               
            RM.Machribie                                                                                                 Rr.Sofiah

 
 

              
              Adrianto                                      Budi                                                         Aryadini

 
 

Bernard  Myrtha  Dimitri  Yetty  Budi Angga Dita  Astry

 
Angga-2Myrtha-Zidane-Bernard-Dimii
 
Baru saja selesai mengetik , tahu tahu terima email dari yang namakan dirinya Londo Ireng yang juga memuat copy tulisan yang sama ..

Berlanjut ………